CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Nilai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kota Cilegon mengalami penurunan, dari 77 menjadi 71 pada tahun 2026.
DPRD Kota Cilegon pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy, usai mengikuti kegiatan Pendampingan Penganggaran SPM Pendidikan yang diselenggarakan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Banten di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Fauzi, meski capaian SPM Pendidikan Kota Cilegon masih berada pada kategori tuntas pratama dan menempati peringkat ketiga di Provinsi Banten, penurunan nilai tersebut tidak boleh diabaikan.
“Kalau melihat data, nilai SPM kita sebelumnya mencapai 77, sekarang turun menjadi 71. Padahal tren sebelumnya terus meningkat, dari 59, kemudian 65, 70 hingga 77. Ini menjadi perhatian khusus yang harus segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang memengaruhi capaian SPM pendidikan.
Salah satunya adalah kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang belum merata, terutama pada sejumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di tingkat kecamatan maupun kelurahan.
“Masih ada beberapa PAUD yang sarananya belum mendukung. Ini harus menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kualitas layanan pendidikan yang diterima anak-anak,” ujarnya.
Selain sarana pendidikan, Fauzi juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi peserta didik.
Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas pendidikan daerah.
“Mutu pendidikan harus terus ditingkatkan. Begitu juga dengan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang perlu mendapat perhatian serius,” ucapnya.
Fauzi menegaskan, Komisi II DPRD Kota Cilegon akan terus memberikan rekomendasi dan masukan kepada pemerintah daerah agar sektor pendidikan menjadi prioritas dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
“Kami dari Komisi II berkomitmen mendukung dan mengutamakan prioritas pendidikan. Banyak masukan yang muncul dalam kegiatan ini, mulai dari kebutuhan ruang kelas, sarana prasarana pendidikan hingga kesejahteraan guru. Semua itu harus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











