PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Rakyat di Kampung Koranji, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, kini sudah memiliki kepala sekolah. Kepala Sekolah Rakyat Pandeglang merupakan kepala sekolah hasil seleksi dari 20 kandidat oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dari 20 kandidat, 10 orang di antaranya hasil usulan dari Kabupaten Pandeglang.
Hasil seleksi, satu orang ditetapkan menjadi Kepala Sekolah Rakyat Pandeglang. Yakni, Siwi Astuti.
“Kepala Sekolah Rakyat Pandeglang yakni Siwi Astuti. Hasil seleksi ketat oleh Kemensos dan Kemendikdasmen,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, Sutoto, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Siwi Astuti menjadi Kepala Sekolah Pandeglang setelah Kemensos dan Kemendikdasmen melakukan penyaringan dari 20 kandidat potensial tingkat kabupaten dan provinsi.
“Ibu Siwi Astuti terpilih menjadi kepala sekolah definitif setelah melalui tahapan seleksi ketat. Meliputi psikotes, uji kompetensi bahasa Inggris dan komitmen menetap di asrama Sekolah Rakyat,” katanya.
Jadi, banyak tahapan seleksinya. Mulai dari administrasi, psikologi terkait kesiapan sampai kemampuan bahasa Inggris.
“Dan itu tadi, menjadi kepala sekolah harus bersedia ikut tinggal di asrama bersama siswa,” katanya.
Selain telah memiliki kepala sekolah, pemerintah telah menyiapkan tenaga pendidik. Dengan skema penempatan guru dibagi dalam dua kategori, yakni guru tamu untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan pengajar matrikulasi.
“Para pendidik ini disebutnya berstatus tugas pembantuan yang dibebaskan sementara dari tugas inti di satuan pendidikan asal demi fokus mengabdi pada Sekolah Rakyat.”
“Guru tamu MPLS pada Sekolah Rakyat membutuhkan tiga orang per jenjang, sementara untuk pengajar matrikulasi ada kebutuhan total dua puluh tujuh orang. Sifatnya tugas pembantuan, jadi mereka dibebaskan dulu dari tugas intinya dari sekolah asal,” katanya.
Sutoto merinci, kebutuhan tenaga pendidik Sekolah Rakyat mencakup sembilan orang untuk jenjang SD, 11 orang untuk SMP, serta 17 orang untuk SMA.
“Adapun guru-guru definitif hasil seleksi Kementerian Sosial dan Kemendikdasmen dijadwalkan baru akan mulai bertugas secara penuh pada bulan September mendatang. Menggantikan posisi guru tugas pembantuan,” katanya.
Sutoto berharap, skema transisi tenaga pendidik ini berjalan lancar agar hak pendidikan siswa tidak terganggu selama masa peralihan.
“Kehadiran staf pengajar yang kompeten menjadi pilar penting untuk menjaga stabilitas kegiatan dalam lingkungan Sekolah Rakyat,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











