SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Serang Mengaji yang diterapkan di lingkungan sekolah bakal diperluas ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Nantinya, Aparatur Sipil Negara (ASN) diarahkan membiasakan membaca Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas kerja.
Perluasan Program Serang Mengaji menjadi bagian dari pengembangan program yang diinisiasi Wali Kota Serang, Budi Rustandi, untuk membangun budaya religius di lingkungan birokrasi.
Ketua Satgas Serang Mengaji Kota Serang, Enting Abdul Karim, mengatakan bahwa untuk mendukung pengembangan program tersebut, susunan kepengurusan Satgas Serang Mengaji telah diperbarui melalui surat keputusan terbaru.
Dalam kepengurusan baru itu, Pemkot Serang juga melibatkan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Madani, KH Mukhtar Saleh, serta unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang guna memperkuat pelaksanaan program.
“Pak Wali memiliki rencana jangka panjang agar budaya mengaji tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan di kalangan ASN,” ujar Enting, Sabtu, 18 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Masjid Al-Madani akan menjadi pusat pembinaan bagi ASN dalam pelaksanaan program tersebut.
Para pegawai Pemkot Serang diharapkan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an sebelum memulai pekerjaan di kantor.
Menurut Enting, kebiasaan mengaji sebelum bekerja sebenarnya telah diterapkan secara terbatas di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang. Program itu selanjutnya akan diperluas secara bertahap ke seluruh OPD.
Ia menegaskan, penerapan Serang Mengaji bagi ASN bukan karena seluruh pegawai dianggap belum mampu membaca Al-Qur’an.
Program Serang Mengaji lebih difokuskan untuk membangun budaya religius di lingkungan pemerintahan sekaligus memberikan pendampingan bagi ASN yang ingin meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Harapannya sebelum bekerja, ASN bisa mengaji terlebih dahulu, dilanjutkan salat duha, kemudian baru menjalankan tugas. Kebiasaan itu diharapkan membentuk karakter ASN yang lebih baik,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











