SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWS C3) memastikan kondisi debit air di tiga bendungan di Provinsi Banten masih dalam kategori aman meski memasuki musim kemarau.
Ketiga bendungan tersebut, yakni Bendungan Karian, Bendungan Pamarayan, dan Bendungan Sindangheula, masih mampu menyuplai kebutuhan irigasi pertanian sesuai pola operasi yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (Kabid OP) BBWS C3, Arlinsyah, mengatakan potensi cuaca kering akibat fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026 berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Karena itu, BBWS C3 telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
“Kita antisipasi sampai bulan November. Mudah-mudahan pada November mulai memasuki masa transisi ke musim hujan. Kita sudah diminta menjaga tampungan air selama tiga bulan ke depan, sehingga akan diprioritaskan. Pengguna air juga harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” katanya, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Arlinsyah, fokus BBWS C3 selama tiga bulan ke depan adalah mengatur distribusi air agar kebutuhan pertanian dan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjaga volume tampungan bendungan.
“Kami juga akan mengaktifkan kembali posko bencana. Di workshop kami di Pandeglang telah disiapkan mobil tangki, ekskavator, dan peralatan lainnya apabila diperlukan untuk pengaturan air,” ujarnya.
Ia mengakui debit air di Bendungan Karian dan Bendungan Sindangheula mengalami penurunan akibat musim kemarau. Namun, kondisinya masih dalam batas aman dan tetap mampu memasok air untuk irigasi.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) BBWS C3, Vita Ariesta Fitriana, mengatakan volume air di Bendungan Sindangheula saat ini mencapai sekitar 2,5 juta meter kubik atau sekitar 30 persen dari kapasitas tampungan.
“Ini masih termasuk normal untuk kondisi tahun kering. Kami setiap tahun memiliki rencana operasi waduk, baik untuk tahun basah maupun tahun kering. Saat ini operasi waduk masih berada di atas batas bawah sehingga kondisinya masih normal,” katanya.
Menurut Vita, hasil kajian menunjukkan ketersediaan air di Bendungan Sindangheula masih mencukupi hingga November 2026, meski diperkirakan mulai menipis pada Oktober.
“Nanti mulai menipis di bulan Oktober, tetapi air masih tersedia. Memasuki masa transisi ke musim hujan, volumenya akan meningkat kembali,” ujarnya.
Saat ini Bendungan Sindangheula masih mengalirkan air ke Sungai Cibanten sebesar sekitar 1,3 meter kubik per detik untuk kebutuhan irigasi dan pemeliharaan aliran sungai.
Meski demikian, debit air yang masuk (inflow) ke Bendungan Sindangheula mengalami penurunan menjadi sekitar 0,3 meter kubik per detik dari kondisi normal sekitar 1,9 meter kubik per detik.
Untuk Bendungan Karian, Vita menyebut volume tampungan masih mencapai sekitar 243 juta meter kubik atau sekitar 85 persen dari kapasitas total waduk.
Air dari Bendungan Karian tetap disuplai ke Sungai Ciberang dan Sungai Ciujung sebelum dimanfaatkan melalui Bendungan Pamarayan untuk kebutuhan irigasi dengan debit sekitar 24 meter kubik per detik.
“Proyeksi hingga November, Bendungan Karian masih berada pada batas operasi normal atas sehingga cadangan airnya masih cukup,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











