CILEGON – Peringatan hari lahir ke-91 Al-Khairiyah, Rabu (18/5/2016), dilaksanakan di aula kampus Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon. Acara dihadiri pengurus Al-Khairiyah, Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dhofiri, Dandim Cilegon, dan pejabat di lingkungan Pemkot Cilegon.
Pada peringatan harlah ini, sosok Brigjen KH Sjam’un, pendiri Al-Khairiyah, menjadi topik utama dalam pembicaraan.
“Kh Sjam’un ini aktif sebagai tentara dan menjadi Bupati pertama Kabupaten Serang. Ia aktif mendirikan pengajian di Citangkil dan membangung madrasah hingga seperti ini dan menjadi pimpinan Al-Khariyah,” ujar Dr Chotib Rasyid, Ketua Dewan Syuro Pengurus Besar Al-Khairiyah.
Chotib mengatakan, sosok KH Sjam’un merupakan guru yang telah banyak menelurkan murid unggulan yang juga menjadi tokoh-tokoh utama di Cilegon.
“Beliau berjuang sebagai bupati sambil menjadi pimpinan Al-Khairiyah. Anak muridnya rata-rata menjadi camat dan patih di jamin itu. Setelah beliau meninggal, ketua umum PB Al-Khairiyah digantikan oleh H Masriya. Kami berharap ini Al-Khairiyah tetap menjadi obor pendidikan” katanya.
Alumni STIT Al-Khairiyah, yang juga ketua pelaksana harlah, Ismatullah, mengatakan, Brigjen KH Sjam’un merupakan sosok seorang guru yang memperjuangkan Kota Cilegon saat penjajahan Belanda.
“Kita memohon kepada Pemprov Banten agar KH Sjam’un cepat mendapatkan gelar tokoh pahlawan nasional dari pemerintah. Karena ia juga bukan hanya melawan penjajah, juga sebagai tokoh pendidikan,” ujarnya. (Riko)








