SERANG – Sekitar 60 lapak penjual hewan kurban di Kota Serang, diimbau harus memastikan kesehatan hewan yang dijual. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Serang, Hafidzi saat melakukan pemeriksaan di salah satu lapak di Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (2/9).
“Hewan yang dijual harus bebas dari penyakit, makanya kita datangkan juga dokter hewan. Jangan sampai ada hewan yang terserang penyakit,” kata Hafidzi.
Selain itu, Hafidzi mengatakan, pihaknya menurunkan petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, Dinas Pertanian Kelutan dan Perikanan Kota Serang, dan Balai Kesehatan Hewan, untuk memastikan kebersihan lapak dan ketersediaan pakan hewan.
“Kita berkewajiban memeriksa apakah hewan yang dijual, sudah memenuhi persyaratan kesehatan, atau tidak. Semua lapak yang ada di Kota Serang, akan kita periksa,” ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Serang Siswati, mengatakan, bila setiap pengusaha atau peternak harus memenuhi unsur kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan lebih pada pemenuhan perlindungan fisik dan psikologis hewan.
“Secara fisik hewan tidak boleh terganggu dari sinar matahari atau hujan. Secara psikologis terhindar dari gangguan kebisingan atau anak-anak yang mengganggu,” kata Siswati
Lebih lanjut, kata Siswati, makanan dan minuman juga harus cukup dan tersedia. Bila ada hewan yang sakit, harus dipisahkan dan diobati agar tidak menular pada hewan lain. Ia menyatakan bahwa yang dikhawatirkan adalah adanya penyakit antraks.
“Alhamdulillah selama ini antraks belum ditemukan. Takutnya ditemukan ada yang kena antraks. Saat ini menurut informasi yang diterima antraks ditemukan di wilayah Pacitan, Jawa Timur. Karena itu kami mengimbau agar pedagang hewan tidak membeli hewan dari sana,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)










