GAGAL mempertahankan rumah tangganya di pernikahan pertama akibat diperlakukan kasar oleh suami dan tidak mendapat restu mertua, Mona (25), nama samaran, yang berprofesi sebagai guru PAUD di Serang itu, rela dipinang suami orang. Laki-laki itu sebut saja Momod (39), pengusaha asal Jawa Tengah. Meski pada akhirnya, hubungan keduanya kandas setelah Mona memutuskan mundur secara baik-baik.
Alasan Mona cukup klasik, sadar akan hubungan mereka yang terlarang. Padahal, hubungan asmara keduanya sudah terjalin cukup lama, satu tahun lamanya. Wah wah, sadarnya kelamaan tuh Mbak. Itu mah ibarat kata, habis manis sepahnya tertelan. Mona pun akhirnya memilih kembali berstatus janda untuk kali kedua. Dua kali menjanda, bagaimana rasanya tuh Mbak?
“Kesepian juga Mas, Bete (butuh tatih tayang),” balas Mona. Butuh kasih sayang kali Mbak, ah Mbak nih, bahasanya suka dicadel-cadel gitu.
Bagaimana Mona bisa jadi istri simpanan? Ditemui wartawan di salah satu rumah makan ketoprak, kemarin siang, salah ding, bukan rumah makan, tapi pedagang kaki lima (PKL) pinggir jalan. Sosok Mona cukup memesona kaum pria. Meski postur tubuhnya tidak setinggi dan seramping model catwalk, wajah Mona terbilang eksotis dan mempunyai aura Sex feel, bawaannya napsu pokoknya. Kulitnya putih mulus, hidung bangir dan mancung. Lekukan bodi Mona juga aduhai. Bibir keriting. Jangan rambut aja yang keriting. Serta, kulit wajah yang licin melengkapi paras ayu Mona di balik balutan kerudung model masa kini itu.
Pada pernikahan pertama, cukup lama Mona membangun bahtera rumah tangga, kurang lebih lima tahun dan dikaruniai satu anak. Namun, hak asuh anak jatuh pada suaminya. Situasi itu membuat Mona putus asa dan kembali ke pelukan orangtuanya.
Singkat cerita, Mona mengobati status jandanya dengan menyibukan diri melanjutkan kuliah, menjadi guru PAUD, dan tergabung di lembaga organisasi. Selang satu tahun, kebahagiaan mulai dirasakan Mona. Rona wajah bahagia memancar, serta rasa dahaga akan belaian kasih sayang hilang seketika kala bertemu sang jantan, Momod.
Pertemuan awal Mona dan Momod berlangsung tak sengaja di tempat pemancingan. Momod yang hobi memancing dikenalkan kepada Mona melalui teman. Dari situ, keduanya saling bertukar nomor handphone. Setiap mereka bertelepon, bawaannya cengengesan. Sudah kayak ABG pokoknya.
Tak butuh waktu lama, keduanya saling jatuh cinta. Figur Mona yang mempesona klop dengan fisik Momod yang ganteng, tinggi, serta humoris. Mona tahu jika Momod sudah mempunyai istri di Jawa dan beranak tiga. Mona yang memang sudah kesemsem sejak awal mereka bertatap muka, tidak peduli akan status Momod yang merupakan suami wanita lain. Sebaliknya, Momod yang mengetahui Mona seorang janda, tanpa pikir panjang meminta hubungan berlanjut ke pernikahan siri yang langsung disetujui Mona.
“Istrinya enggak tahu. Ya jalani saja. Mas Momod itu dewasa, sosok seorang ayah lah,” ucapnya.
Enggak salah tuh Mbak? Mana ada ayah mengawini anaknya. Intinya, selama menjadi istri simpanan, Mona mengaku, baru menikmati namanya kebahagiaan. Tak pernah ada pertengkaran di antara keduanya.
Wajar, selain pengertian, Momod orangnya baik dan romantis, serta mampu memenuhi semua kebutuhan Mona. Mulai dari memberikan uang bulanan Rp6 juta per bulan, sampai membangun rumah mewah nan bertingkat untuk Mona, hingga dibiayai kuliah sampai selesai. Diakui Mona, usaha Momod mulai banyak kemajuan sejak mengenal Mona.
“Katanya, rezeki dia rezeki saya juga,” terang Mona. Karena itu, Momod begitu royal terhadap Mona.
“Ya bersyukur saja, sejak berhubungan dengan Mas Momod, saya enggak pernah kekurangan. Padahal, enggak pernah nuntut apapun, cuman bawa badan doang,” kilahnya. Kepalanya enggak ketinggalan tuh Mbak?
Banyak kesan yang bisa dikenang selama menjalin asa dengan Momod, terlebih urusan ranjang. Sudah pasti keduanya selalu merasa terpuaskan. Padahal, intensitas ketemu dengan Momod terbilang jarang, hanya dua bulan sekali, itu pun pas ada urusan pekerjaan di Serang. Pernah juga ketemu setiap hari selama beberapa bulan ketika Momod mendapat tender proyek.
Momod yang terbilang perkasa di ranjang, tak pernah sekalipun dikecewakan Mona tatkala berhubungan suami istri. “Urusan ranjang, jangan ditanya Mas. Puas banget. Buktinya, sekali naik ranjang mintanya suka berkali-kali. Bisa tiga kali malah,” ungkap Mona.
Tak jarang Momod berfantasi dan penuh sensasi setiap beradegan ‘begituan’ agar tidak membosankan. Seperti berbagai macam makanan sengaja dituangkan di atas tubuh Mona. “Dari mulai es krim, cokelat, ya gitu deh Mas,macam-macam” ujar Mona. Mmmhhh, yammi!!! Terus diapakan lagi tuh Mbak?
“Udah sih Mas, pasti tahulah kelanjutannya,” cetus Mona sambil mesem-mesem.
Namun, seiring waktu, setelah mendapatkan masukan dari temannya bahwa apa yang dilakukan Mona bisa berbuntut karma, Mona mulai menyadari kesalahannya. “Gimana sih Mas, kalau saya ada di posisi istri sah Mas Momod, pasti sakit banget. Nah, aku jadi takut karma,” jelasnya.
Dari situ, Mona langsung memberikan pengertian kepada Momod yang juga menerima keputusannya untuk bercerai. Mona pun meminta Momod menjalani kehidupan normalnya seperti sedia kala, kembali ke pelukan istri sah dan anak-anaknya. Meski pahit harus dirasakan Mona karena kembali menyandang status janda untuk kali kedua. Duh, mulia sekali hati Mbak, sabar ya Mbak.
“Ya, kita ambil hikmahnya saja. Sama Mas Momod saya enggak punya anak. Tapi, dari hasil perceraian, saya dapat rumah tingkat yang sekarang dikontrakin. Saya balik lagi tinggal sama orangtua,” Hikmah dari mananya Mbak, memang rumah yang dikasih Mas Momod berkah ya? Yaa salam. (Nizar S/Radar Banten)









