SERANG – Belum mendapatkan keputusan terkait tuntutan buruh dari Pemerintah Provinsi Banten, ribuan buruh masih bertahan hingga saat ini di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (17/11).
Pantauan Radar Banten Online, hingga pukul 18:43 malam, para buruh terlihat masih tetap bertahan didepan gerbang utama pusat pemerintahan Provinsi Banten tersebut. Selain sekadar duduk, para buruh terlihat membakar material aksi dan sampah.
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon, Safrudin menjelaskan, buruh akan tetap bertahan hingga mendapatkan keputusan dari pemerintah. “Tadi kami audiensi diterima oleh Kadisnaker dan Asda. Pembahasannya menyampaikan rltuntutan yang direkomendasikan, tapi tidak ada hasil, alasannya dari yang nemuin kami tidak punya desicion maker (pengambil keputusan),” ujarnya.
Menurut Safrudin, para buruh kecewa karena hingga saat ini Plt Gubernur Banten, Nata Irawan belum menemui para buruh. Para buruh menurutnya sangat berharap bisa audiensi langaung dengan Nata Irawan.
Untuk diketahui, hari ini ribuan buruh melakukan aksi penolakan PP 78 2015 tentang pengupahan dan menuntut Pemprov Banten mengesahkan rekomendasi pemerintah kabupaten kota tentang UMK 2017. Aksi sendiri diwarnai perusakan pagar KP3B. (Bayu)









