Diprotes Jadi Sultan Banten ke-18, Bambang Beberkan Silsilah Kesultanan Banten

0
5.088 views
Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja (kiri).

SERANG – Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, yang menyebut dirinta Sultan Banten ke-18,menggelar saresehan bersama sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (11/1).

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja menjelaskan silsilah kesultanan yang pada akhirnya berujung pada dirinya. “Ini bukan kemauan saya sendiri, tapi takdir,” ujarnya.

Menurut Bambang, dirinya merupakan keturunan dari sultan Banten ke-17 yaitu Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin. “Ada catatan keturunan kesultanan dan bisa dibacakan sekarang,” ujarnya.

Silsilah kesultanan pun dibacakan oleh pengacara Agus Setiawan, yang menjadi moderator dalam acara saresehan tersebut.

Berikut silsilah kesultanan yang maksudkan oleh Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja.

Syarif Hidaystullah (Sunan Gunung Jati)
I. Sultan Maulana Hasanudin
II. Sultan Maulana Yusuf
III. Sultan Maulana Muhammad
IV. Sultan Abu Mufakhir Mahmud Abdul Qadir
V. Sultan Abul Ma’ali Ahmad
VI. Sultan Abulfath Abdul Fattah (Sulyan Ageng Tirtayasa)
VII. Sultan Abu Nashr Abdul Qohar
VIII. Sultan Abul Fadhl
IX. Sultan Abul Mahasin Zainal Abidin
X. Sultan Muhammad Syifa Zainal Arifin
XI. Sultan Muhammada Wasl’ Zainul Alimin
XII. Sultan Abul Ma’ali Muhammad Arif Zainal Asyikin
XIII. Sultan Muhammad Aliyudin
XIV. Sultan Muhammad Muhyidin Zainus Solihin
XV. Sultan Muhammad Ishaq Zainul Mutaqin
XVI. Sultan Aliyudin II
XVII. Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin
XVIII. Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja.

Bambang Wisanggeni yang mengaku sudah dinobatkan sebagai Sultan Banten ke-18 mengundang reaksi dari sejumlah warga yang tinggal di RT 1 dan 2 RW11 Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen

Ketua RW 11 Suhaemi menjelaskan, dalam catatan sejarah dan dalam silsilah kesultanan Banten, tidak ada lagi sultan setelah sultan yang ke-21 yaitu Muhamad Rafiudin, sekitar tahun 1820.

“Jadi pengumuman (sebagai sultan) ini sangat menyesatkan dan melukai hati warga sekitar. Kami kira apa yang dilakukan Bambang yang mengumumkan pada warga Banten merupakan kebohongan publik. Dia mengada-ngada atas pengukuhannya sebagai sultan yang ke-18,” ujar Suhaemi saat menggelar jumpa pers, Selasa 27 Desember 2016. (Bayu)