SERANG – Balai Besar Latihan Kerja Indonesia (BBLKI) Serang, meminta pemerintah Provinsi Banten untuk mempedulikan terkait dengan permodalan bagi peserta yang sudah mengikuti pelatihan di BBLKI.
“Kan kalau BBLKI hanya memfasilitasi pelatihannya saja, dengan menggunakan APBN tidak masuk pada permodalan, nah ini ke depan seharusnya dilakukan oleh pemerintah daerah,” ungkap Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBLKI Serang Toto Suprawoto kepada wartawan usai Technical Meeting Job Fair BBLKI, di Kantor BBLKI Serang, (26/11/2015).
Toto menjelaskan, hal tersebut penting dilakukan, sehingga nantinya permodalan tersebut dapat dilakukan oleh UKM atau CSR dari perusahaan. Apalagi, pelatihan yang diberikan oleh BBLKI bersifat keterampilan, sehingga setelah mendapat keterampilan masyarakat tidak harus berada di industri namun bisa juga membuka lapangan sendiri.
“Tahun depan (2016-red) kami akan memberi pelatihan hingga 2.800 orang. Yang nantinya akan ada delapan bidang kejuruan yang akan dilatih, seperti pengelasan, manifaktur/mesin, kelistrikan, IT, mekatronik, automotif, garmen apparel atau menjahit, dan processing,” kata Toto.
Lebih lanjut, Toto menjelaskan, bahwa Tugas BBLKI Serang, pelatihan tersebut untuk menekan angka pengangguran di Banten. Nantinya dalam pelatihan tersebut akan lebih ditekankan kepada kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), bukan hanya kuantitasnya.
“Ini merupakan salah satu untuk menanggulangi pengangguran di Banten, apalagi Banten ini kan terkenal dengan pengangguran yang tinggi. Hal itu karena pengembangan kreativitas dan inovasi yang belum ada, makanya mari bersama kami melakukan hal itu,” katanya. (Fauzan Dardiri)








