SERANG – Maulana Junaedi, bocah enam tahun warga Kampung Laban, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, yang terseret Sungai Ciujung, Minggu (3/4) akhirnya ditemukan. Korban ditemukan Kamis (7/4) sekira pukul 08.30 WIB oleh salah seorang warga yang tidak lain kerabat dari korban saat mencari ikan di Kali Mati Muara, Kampung Cirocoh, Desa Domas, Kecamatan Pontang.
Korban ditemukan mengambang sekira 100 kilometer dari lokasi kejadian dengan ciri-ciri memakai celana jeans pendek warna biru dan kaus belang dengan posisi badan tengkurap serta sudah membusuk. “Upaya yang dilakukan tim sudah maksimal, saat warga melapor keberadaan korban tim langsung bergerak. Tidak menyangka jika korban terseret sungai hingga sejauh itu,” ujar Ketua Tim Pencarian dari Basarnas Pos Banten Pujianto., kemarin.
Korban ditemukan pada lokasi yang jauh dari tempat kejadian, di luar dari prediksi tim pencarian, sebab berada di saluran irigasi Sungai Ciujung. Menurutnya, korban terseret jauh akibat derasnya Sungai Ciujung. “Ada kemungkinan korban terbawa arus sejak hari kejadian, awalnya kami memperkirakan korban bisa ditemukan dua hari sejak kejadian,” katanya.
Kepala Seksi Tanggap Darurat dan Evakuasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nivan Zulviana menambahkan, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat setempat. Ia mengimbau, agar warga segera melapor ke petugas jika mengalami kejadian yang sama. “Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi lagi, kita selalu siap jika ada warga yang membutuhkan pertolongan,” katanya.
Muhamad Nuh, warga Desa Domas, Kecamatan Pontang menuturkan, untuk yang pertama kalinya ada korban yang hanyut hingg ke Kali Mati Muara. Ia pun merasa khawatir kejadian tersebut menimpa kelurga dan tetangga korban. “Padahal kali ini (Kali Mati Muara-red) kecil, tapi memang menjadi perlintasan warga yang mencari ikan, mudah-mudahan tidak terjadi pada anggota keluarga kami,” katanya. (IRFAN/Radar Banten)









