RANGKASBITUNG – Firman bersama Roni (17) makan siang di sebuah warung di pinggir Jalan Raya Leuwidamar KM 3, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Lebak, Sabtu (16/4) lalu. Setelah makan, Roni keluar warung dengan alasan mau membeli rokok. Tidak lama, Firman menyusul Roni sambil berlari.
Melihat gelagat tak beres, pemilik warung yang kemudian diikuti warga, meneriaki Roni maling dan mengejarnya. Remaja itu tertangkap, tapi dilepaskan karena tidak ada barang bukti pencurian.
Sementara Firman, saking takutnya dikejar warga malah nekat nyebur ke Sungai Cisime di Kampung Bojong Kapunah, Desa Sukamekarsari. Tubuh Firman pun tidak muncul lagi ke permukaan air sungai. Nasibnya baru diketahui Minggu (17/4) malam. Firman tewas dan jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Ciujung, di Kampung Muhara, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak.
Kepala Desa Sukamekarsari Abdur Rahman mengaku menerima kabar seorang remaja yang nyebur ke Sungai Cisime. “Proses pencarian pada Sabtu dihentikan dan dilanjutkan hari Minggu, karena ada informasi dari warga Bojongmanik, Firman tidak pulang ke rumah,” jelasnya kepada wartawan, Senin (18/4).
Pencarian Firman juga dilakukan tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. Pencarian berakhir pada Minggu malam setelah warga Kampung Muhara yang mencari ikan di Sungai Ciujung menemukan sesosok mayat. Penemuan ini dilaporkan ke Polsek Rangkasbitung.
“Jasad korban kemudian diangkat dan dibawa ke RSUD dr Adjidarmo. Tim medis melakukan visum luar, lalu keluarga korban membawanya ke Bojongmanik,” terang Abdur.
Kapolsek Rangkasbitung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nono Hartono membenarkan kasus ini. Keluarga korban memastikan bahwa jasad remaja yang ditemukan mengambang di Sungai Ciujung itu merupakan Firman. “Terkait informasi penyebab korban menceburkan diri, masih kami dalami,” tegasnya. (Mastur/Radar Banten)










