SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi investasi di Provinsi Banten sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun. Capaian ini melampaui target nasional dan menempatkan Banten di peringkat empat secara nasional. Meski demikian, DPRD Banten mengingatkan pemerintah daerah agar mempercepat pelayanan perizinan guna menjaga kepercayaan investor.
Sekretaris Komisi I DPRD Banten, M Faisal, menegaskan bahwa posisi strategis Banten sebagai gerbang Pulau Jawa harus didukung sistem perizinan yang cepat, pasti, dan responsif. Menurutnya, investor tidak hanya mempertimbangkan besarnya potensi pasar, tetapi juga kepastian regulasi.
“Investor tidak hanya melihat besarnya pasar, tetapi juga kepastian. Jika perizinan lambat dan berbelit, mereka tidak akan ragu pindah ke daerah lain,” tegas Faisal, Minggu (18/1/2026).
Selain itu, Faisal menilai penerapan sistem Online Single Submission (OSS) masih memerlukan evaluasi menyeluruh. Ia menyebut sejumlah kendala teknis dan sinkronisasi data antarinstansi masih muncul di lapangan.
“Sistemnya sudah bagus, tetapi implementasinya harus terus dievaluasi agar benar-benar memudahkan, bukan malah menambah kerumitan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faisal menekankan pentingnya kemudahan perizinan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menilai iklim investasi yang kondusif harus memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal.
“Kemudahan izin akan membantu UMKM masuk ke sektor formal dan mengakses pembiayaan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih inklusif,” katanya.
Di sisi lain, Faisal juga mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan kepastian tata ruang. Menurutnya, sinkronisasi regulasi perlu dijaga agar tidak memicu konflik lahan di kemudian hari.
“Jangan sampai investor sudah tertarik, tetapi terhambat regulasi yang tidak sinkron,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten mencatat realisasi investasi 2025 mencapai 108,91 persen dari target nasional dengan nilai Rp130,2 triliun. Capaian ini memperkuat posisi Banten sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Indonesia.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Banten, Virgojanti, menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi. Ia menegaskan fokus ke depan juga tertuju pada kualitas investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin investasi ini menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi daerah,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











