JAKARTA – Satu persatu Balai Latihan Kerja (BLK) daerah diambil alih pemerintah pusat. Sebelumnya, BLK Palu Sulawesi Tengah lebih dulu diserahkan pemerintah daerah (pemda) setempat ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kali ini, giliran unit pelaksana teknis (UPT) BLK Kota Batam yang juga akan dikelola pusat.
Pengambilalihan pengelolaan itu merupakan buntut mangkraknya BLK milik daerah. UPT BLK Batam misalnya, tidak produktif menghasilkan tenaga kerja terampil karena menganggur lama selama dibawah kendali pemda setempat. Penyebabnya antara lain karena minimnya anggaran dan tidak fokusnya materi pelatihan BLK. “Kami akan meningkatkan kualitas BLK,” ujar Menaker Hanif Dhakiri yang baru saja mengunjungi UPT BLK Batam, Jumat (14/10).
Penyebab minimnya tenaga kerja terampil di angkatan kerja Indonesia selama ini ditengarai kurang produktifnya mayoritas BLK milik daerah. Saat ini, ada 281 BLK di Indonesia. Diantara itu, pemerintah pusat hanya mengelola 19 BLK. Sementara 262 BLK dibawah pengelolaan pemda provinsi dan kabupaten/kota.
Hanif menjelaskan, pihaknya bersinergi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) dalam pengembangan SDM, terutama di wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. “Angkatan kerja Batam ini membutuhkan peningkatan kompetensi kerja,” jelasnya.
Menurutnya, tidak hanya Batam, seluruh daerah yang berhadapan dengan perbatasan negara tetangga sangat membutuhkan BLK berkualitas. Sehingga, tenaga kerja yang diproduksi akan mampu bersaing dengan negara tetangga dan dunia internasional. “Butuh percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja terampil, baik melalui pendidikan vokasi maupun pelatihan kerja (di BLK, Red),” paparnya.
Selain mengambil alih pengelolaan BLK daerah mangkrak, pihaknya juga bakal konsisten membenahi balai latihan kerja yang eksis saat ini lewat program reorientasi, revitalisasi, dan rebranding (3R). Pembenahan itu meliputi alat pelatihan, kurikulum, dan fasilitas pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. (jpg/ibm/ira/Radar Banten)










