SERANG – Bank BNI menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial kepada 695.000 warga di Kota Serang dan Kabupaten Serang.
Salah satu mekanisme penyaluran bansos adalah dengan menggunakan Warung Gotong Royong Elektronik Kelompok Usaha Bersama (E-Warong Kube) PKH nontunai, atau wadah usaha berbasis koperasi yang didukung oleh konsep brancless banking BNI dan Bulog.
Direktur BNI Suprajarto mengatakan, penyaluran PKH nontunai kali ini menggunakan pola baru berupa layanan produk dan jasa perbankan BNI, dari sebelumnya yang diberikan tunai melalui Kantor Pos. Pada pola baru ini, penerima manfaat PKH mendapatkan buku tabungan sekaligus Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Di dalam kartu tersebut berisi nominal sejumlah uang bantuan sosial dari Kemensos. Dalam hal ini KKS tersebut berfungsi sebagai kartu debit dan kartu ATM.
“Saat ini sudah tersedia sejumlah 1.600 outlet BNI, 16.000 outlet ATM bersama dan 23.000 agen di seluruh pelosok tanah air,” katanya.
Penyaluran PKH dimulai sejak 31 Oktober 2016. Di antaranya di Blitar, Semarang, Pekalongan. “Hingga bulan November tahun ini kami sudah salurkan sejumlah Rp 9,5 miliar untuk fase pertama dan untuk fase kedua nanti akan kami lakukan di Jawa, Bali dan luar Jawa. Sabtu besok kami akan ke Malang dan Jember,” ujarnya.
Seluruh e-Warong Kube, lanjut dia, adalah Agen46 yang dilengkapi dengan aplikasi minimarket yang terintegrasi, sehingga akan memudahkan proses penjualan dan pemesanan barang. (Wirda)









