SERANG – Kampung Citaman, Desa Tamansari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang ditimpah bencana banjir kemarin, Jumat (5/5) sekira pukul empat sore. Hujan duras selama beberapa jam membuat air dan lumpur menghantam kampung berpenduduk sebanyak 30 KK tersebut.
Dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, tiga rumah, satu sekolah SD Tamansari, dan madrasah diniyah menjadi korban bencana tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian akibat bencana itu diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.
Begini kondisi kampung tersebut hari ini, Sabtu (6/5).
Rumah milik Amarudin dipenuhi lumpur setelah diterjang banjir kemarin, Jumat (5/5) sore.Perpustakaan SDN Tamansari tak luput dari terjangan banjir beserta lumpur. Koleksi buku bacaan para siswa tak terselamatkan setelah terendam air banjir.Pemandangan sisi lain Kampung Citaman dari dataran tinggi. Terlihat sumber mata air Citaman tertimbun longsoran tanah. Hari-hari biasa, sumber kata air yang menyerupai waduk tersebut dipenuhi air yang sangat jernih. Air dari sumber itu juga menjadi bahan baku PDAM di Kota Serang. Akibat banjir, air berubah jadi coklat, sebagian waduk pun tertimbun longsoran tanah.Atap dua ruang kelas SDN Tamansri roboh. Tak hanya itu, derasnya air banjir membuat tembok kelas tersebut hancur dan memuntahkan isi kelas hingga hanyut terbawa banjir.Tanggul waduk di perkebunan buah naga di Kampung Mandeg, Desa Tamansari, Kecamatan Baros tampak jebol. Diduga air banjir yang menerjang kampung Citaman berasal dari waduk tersebut serta guyuran hujan.BPBD Kabupaten Serang saat meninjau waduk dan perkebunan buah naga yang disebut-sebut dikelola oleh PT Agro Pluit. Kebun seluas 50 hektar tersebut sudah ada kurang lebih sejak empat tahun yang lalu.
CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Warga Linkungan Masigit Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, mengeluhkan kondisi tembok penahan tanah (TPT) yang mengalami...