slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Hikmah Ramadan : Tentang Hati

Redaksi by Redaksi
19-06-2017 13:57:57
in Berita Utama, Wacana Publik
Hikmah Ramadan : Puasa untuk Siapa?

Memperbanyak baca Alquran saat Ramadan. Foto: Jawa Pos

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Tidak dapat dimungkiri, hati adalah penyumbang terbesar dalam memproduksi dosa dan dapat menggerogoti amal kebaikan setiap manusia. Intinya hatilah yang dapat menyelematkan dan menjerumuskan seseorang. Ibadah setiap seseorang bukan jaminan dan ukuran bagi seseorang untuk mendapatkan surga karena hanya Allah-lah yang mengetahui apa yang sebenarnya motif seseorang itu dalam setiap beribadah.

Sangat beralasan bila Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya setiap amalan memiliki motivasi dan tujuan. Sebuah amalan tidaklah terhitung sebagai ketaatan kecuali jika hanya terdorong oleh sekedar rutinitas (kebiasaan), hawa nafsu, atau mencari pujian semata.” Masalah hati ini bukan perkara kecil, melainkan perkara yang besar sehingga tidak heran bila Rasulullah saw bersabda, “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan apabila rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga :

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Makna Takwa Usai Ramadan, Prof Ahmad Tholabi: Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Ramadan Relakan untuk Pergi

Puasa Pengendali Emosi

Tentang  hati, minimal  dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Pertama, hati yang sehat dan bersih. Allah berfirman dalam Quran surat As-Syu’aro ayat 88-89: “(Yaitu) hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” Hati yang bersih adalah hati yang senantiasa mengingat Allah swt. Ketika mendengar ayat-ayat Allah maka hatinya bergetar dan semakin bertambah keimanannya. Hati yang bersih menempatkan cintanya hanya kepada Allah swt. Ia akan rela melakukan apa pun yang Allah perintahkan, dan berusaha untuk selalu menjauhi apa yang telah dilarang-Nya.

Orang yang memiliki hati yang bersih akan selalu merasa bersalah dan bersedih jika suatu waktu ia lupa dan lalai karena tidak memanfaatkan waktunya dengan semaksimal mungkin. Ia akan merasa sayang jika waktunya hanya terbuang sia-sia untuk sekadar bermain game, menonton televisi, mengobrol, menongkrong, melamun, dan tidur tanpa mengenal waktu. Karena baginya waktu itu amatlah berharga untuk dilakukan dengan sesuatu yang jauh lebih bermanfaat.

Kedua, hati mati. Hati mati adalah hati yang keras laksana batu. Sangat bertolak belakang dengan hati yang bersih. Hati yang mati jauh dari hidayah dan sulit menerima kebenaran. Nasihat yang diberikan ibarat angin lalu, bahkan dianggap merendahkan derajatnya. Hati yang telah mati sama sekali tidak mengenal Rabb-nya, tidak mau beribadah, tidak patuh dan taat atas perintah Allah dan rasul-Nya. Ia seperti orang tuli yang tidak mau mendengar nasihat seperti orang bisu yang tidak bisa bertanya dan seperti orang buta yang tidak bisa melihat kebenaran. Allah berfirman dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 18:  “Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).”

Ia tidak akan pernah merasa takut, selalu mengikuti kata hati yang tidak peduli dengan kemurkaan Allah SWT. Mencintai sesuatu karena nafsu dan membencipun karena nafsu. Maka apabila berkumpul dengan para pemilik hati yang telah mati merupakan suatu bencana, bergaul dengan mereka adalah racun, dan duduk-duduk dengan mereka adalah suatu kehancuran.  Tentang hati mati ini digambarkan  Allah SWT, dalam firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (QS. Al-Baqarah: 6-7).

Ibnul Qayyim dalam bukunya Ighatsatul Lahfan min Mashasyidisy Syaithan menyatakan: “Ketika nafsu telah menjadi pemimpinnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan sebagai supirnya dan kelalaian sebagai kendaraannya, itu merupakan salah satu indikasi dari matinya hati.”

Ketiga, hati yang sakit. Yaitu hati yang senantiasa gundah, ragu, dan tidak pernah merasakan ketenangan dan kenikmatan dalam ibadah. Hati yang sakit itu bersumber dari lemahnya akhlak, tidak ada kehati-hatian, terlena dengan kehidupan dunia, perasa dan menyia-nyiakan waktu. Jika keenam sumber masalah pada hati itu tidak terjaga, hati akan menjadi sakit. Orang yang hatinya sakit ketika membaca atau mendengar lantunan ayat suci Alquran, ia tidak akan menikmati bacaan, tidak akan bergetar hatinya, bahkan ia tidak betah berlama-lama membaca Alquran. Ini disebabkan karena di dalam hatinya terdapat penyakit ujub, ria, dan takabur sehingga tidak pernah merasakan kehadiran Allah swt dalam setiap nafasnya.

Di dalam hati yang sakit terdapat dua penyeru, yakni penyeru untuk kembali pada ketaatan dan penyeru yang mengajaknya dalam kemaksiatan, syahwat, dan fitnah dunia. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang menegakkan siar Islam dengan dalih rekonsiliasi, toleransi, saling menghargai dan rasa tidak enak sehingga mereka menebar virus negatif di masyarakat dan dalam setiap pergaulannya. Semoga kita tergolong pada pada orang-orang yang memiliki hati yang bersih, hidup, dan sehat. Amin. (*)

Machdum Bachtiar, Kepala Kementerian Agama Kota Serang
Tags: Hikmah Ramadan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Siaga Saat Arus Mudik, Pemprov Kerahkan 1.987 Dokter dan Perawat

Next Post

Ini Saran dari MUI Terkait Mi Impor yang Mengandung Babi

Related Posts

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri
Umum

Menag Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

by Aas Arbi
Selasa, 24 Maret 2026 13:19

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID– Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri. Ia menyampaikan...

Read moreDetails

Makna Takwa Usai Ramadan, Prof Ahmad Tholabi: Jangan Sampai Tinggal Kenangan

Ramadan Relakan untuk Pergi

Puasa Pengendali Emosi

Ramadan Pengendali Amarah

Ramadan dan Integritas Diri

Ramadan Ujian Menahan Kesabaran

Ramadan Wujud Ketaatan

Ramadan dan Kejujuran

Ramadan, Amalan, dan Keutamaannya

Next Post
Ini Saran dari MUI Terkait Mi Impor yang Mengandung Babi

Ini Saran dari MUI Terkait Mi Impor yang Mengandung Babi

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Kalimaya 2017, Ini yang Disampaikan WH

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Kalimaya 2017, Ini yang Disampaikan WH

Banten Tuan Rumah Kejurnas Gulat

Dispora Banten Wacanakan Sekolah Khusus Olahraga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Maling di Tanara Diamuk Massa, Bobol Rumah Kosong

Maling di Tanara Diamuk Massa, Bobol Rumah Kosong

Kamis, 11 Juni 2026 10:20
Ketua STIT Al Khairiyah Ahmad Munji (kiri) menerima Surat Keputusan (SK) perubahan status menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah (Instal) dari Kepala Subdirektorat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Asro'i, di Kantor Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Jakarta, Rabu 10 Juni 2026.

Institut Al Khairiyah Resmi Berdiri, Institut Agama Islam Pertama di Kota Cilegon

Kamis, 11 Juni 2026 09:56
Ferry Renaldi saat di Mapolda Banten

Eks Pegawai PT Trimitra Minta Gelar Perkara Khusus, Dugaan Penggunaan Tanda Tangan pada Dokumen Kepabeanan

Kamis, 11 Juni 2026 09:47
Terharu, Pensiunan PNS Ini Sampaikan Syukur Usai Biaya Operasi Ditanggung Penuh BPJS Kesehahatan

Terharu, Pensiunan PNS Ini Sampaikan Syukur Usai Biaya Operasi Ditanggung Penuh BPJS Kesehahatan

Kamis, 11 Juni 2026 09:25
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Mas Amin dan Rasa Kopi

Kamis, 11 Juni 2026 07:37
Wakapolres Cilegon Kompol M Ridzky Salatun menyerahkan sepeda motor Honda Genio hasil pengungkapan kasus curanmor kepada pemiliknya, Rama Tamara, dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon, Rabu 10 Juni 2026 sore.

Motor Curian Dikembalikan, Korban Apresiasi Kinerja Polres Cilegon

Kamis, 11 Juni 2026 07:32
Maling di Tanara Diamuk Massa, Bobol Rumah Kosong

Maling di Tanara Diamuk Massa, Bobol Rumah Kosong

Kamis, 11 Juni 2026 10:20
Ketua STIT Al Khairiyah Ahmad Munji (kiri) menerima Surat Keputusan (SK) perubahan status menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah (Instal) dari Kepala Subdirektorat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Asro'i, di Kantor Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Jakarta, Rabu 10 Juni 2026.

Institut Al Khairiyah Resmi Berdiri, Institut Agama Islam Pertama di Kota Cilegon

Kamis, 11 Juni 2026 09:56
Ferry Renaldi saat di Mapolda Banten

Eks Pegawai PT Trimitra Minta Gelar Perkara Khusus, Dugaan Penggunaan Tanda Tangan pada Dokumen Kepabeanan

Kamis, 11 Juni 2026 09:47
Terharu, Pensiunan PNS Ini Sampaikan Syukur Usai Biaya Operasi Ditanggung Penuh BPJS Kesehahatan

Terharu, Pensiunan PNS Ini Sampaikan Syukur Usai Biaya Operasi Ditanggung Penuh BPJS Kesehahatan

Kamis, 11 Juni 2026 09:25
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Mas Amin dan Rasa Kopi

Kamis, 11 Juni 2026 07:37
Wakapolres Cilegon Kompol M Ridzky Salatun menyerahkan sepeda motor Honda Genio hasil pengungkapan kasus curanmor kepada pemiliknya, Rama Tamara, dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon, Rabu 10 Juni 2026 sore.

Motor Curian Dikembalikan, Korban Apresiasi Kinerja Polres Cilegon

Kamis, 11 Juni 2026 07:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Maling di Tanara Diamuk Massa, Bobol Rumah Kosong

Maling di Tanara Diamuk Massa, Bobol Rumah Kosong

by Fahmi
Kamis, 11 Juni 2026 10:20

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - JD (32) warga Kampung Kelutuk, Desa Kelutuk, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, babak belur setelah tertangkap tangan bobol...

Ketua STIT Al Khairiyah Ahmad Munji (kiri) menerima Surat Keputusan (SK) perubahan status menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah (Instal) dari Kepala Subdirektorat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Asro'i, di Kantor Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Jakarta, Rabu 10 Juni 2026.

Institut Al Khairiyah Resmi Berdiri, Institut Agama Islam Pertama di Kota Cilegon

by Adam Fadillah
Kamis, 11 Juni 2026 09:56

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Khairiyah resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah (Instal). Perubahan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak