SERANG – AS (36) babak belur. Luka lebam pada wajahnya akibat pukulan warga. Ia gagal merampas sepeda motor dan menjadi sasaran kemarahan warga di Jalan Raya Sawahluhur, Kota Serang, Rabu (5/7).
Kasus pembegalan tersebut dialami Haryadi (36), warga Kampung Kalisigong, Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Korban dibegal ketika mengendarai sepeda motor Suzuki Satria B 4538 AL. Korban dipepat oleh AS dan MF yang berboncengan sepeda motor Yamaha Mio di ruas Jalan Raya Sawahluhur, di Kampung Manggerong, Kelurahan Sawahluhur, Kecamatan Kasemen.
AS dan MF menghentikan laju sepeda motor Haryadi. AS langsung mengancam menggunakan celurit dan meminta korban menyerahkan sepeda motornya.
Haryadi pasrah. Suzuki Satria miliknya diserahkan kepada pelaku. MF membawa kabur sepeda motor korban. Sampai saat ini, MF masih buron.
Namun, keberuntungan tidak berpihak kepada AS. Warga Kampung Begog, Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, itu tidak bisa kabur. Sepeda motor Mio yang digunakan sebagai sarana kejahatan mogok. Haryadi pun berteriak meminta pertolongan.
Warga di sekitar lokasi kejadian berhamburan datang dan membantu korban menangkap AS. Tanpa ba bi bu, warga emosi dan menghajar AS.
Beruntung, aksi anarkistis warga diketahui oleh petugas Polsek Kasemen yang sedang berpatroli. AS diselamatkan dan langsung diamankan polisi.
Kapolsek Kasemen Ajun Komisaris Polisi (AKP) Entang Cahyadi membenarkan bahwa AS sempat menjadi bulan-bulanan warga. “Tersangka sudah diberikan pengobatan dan saat ini diamankan di Mapolsek Kasemen. Untuk tersangka lainnya (MF-red), sudah diketahui identitasnya dan masih dalam pengejaran,” jelasnya. (Merwanda/RBG)









