CILEGON – Sebanyak 25.000 ton garam curah asal Australia masuk ke Indonesia melalui PT. Pelabuhan Indonesia II Banten (Persero), yang berlokasi di Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (10/8).
Sebelumnya pada seminggu lalu Pelindo II Banten ini juga telah kedatangan garam dari negeri kangguru tersebut dengan berat total sekira 12.000 ribu ton. Jadi dalam bulan ini telah ada 37.000 ton garam asal Australia yang telah masuk.
“Yang tiba tadi pagi milik PT. Garam Indonesia. Dibongkar 25 ribu ton. Yang 12 ribu ton bongkar seminggu lalu ada dari PT. Sumatraco,” ujar Adi Sugiri, Manager Operasi PT. Pelindo II Banten.
Dijelaskannya, komuditas garam kebanyakan berasal dari Australia. Untuk proses bongkar muat di Pelindo II Banten pada garam curah sebanyak 25 ton itu ditargetkan rampung selama dua hari. “Dua hari selesai, terkecuali memang ada gangguan cuaca atau kerusakan alat sebagainya. Kita berharap cepat selesai karena juga kita kerjanya 24 jam,” ucapnya.
Ia mengaku akan terus mendukung program pemerintah dalam hal kelancaran distribusi garam yang saat ini sedang mengalami kelangkaan. “Informasinya (garam) akan masuk lagi. Karena semenjak pemerintah membuka import garam lagi dan akan masuk kapal-kapal berikutnya. Tapi kita belum ada updatenya,” tuturnya.
Kata dia, tidak menutup kemungkinan garam asal Australia yang masuk bukan melalui PT. Pelindo II Banten saja. “Ini garam curah, bukan didalam kemasan. Jadi kemungkinan di tempat lain ada juga (garam masuk) karena di Banten kan ada tiga pelabuhan,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









