SERANG – Lonjakan harga garam di Banten terjadi sangat tinggi. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga salah satu kebutuhan memasak tersebut terjadi hingga 300 persen dari harga sebelumnya.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Soeharso setelah apel pagi ini di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (7/8).
“Lonjakan harga itu terjadi untuk harga garam konsumsi. Kita sudah cek ke pasar dan ke distributor,” ujar Babar kepada Radar Banten Online.
Dikatakan Babar, pasokan garam ke Banten saat ini mengalami pengurangan, kondisi tersebut cukup memprihatinkan karena bisa menyebabkan kelangkaan garam di Banten. “Stok untuk bulan ini aman, tapi jika bulan ini tidak ada pasokan, kemungkinan bulan depan bisa langka,” kata Babar.
Untuk mengantisipasi kelangkaan tersebut, Babar bersama sejumlah stakeholder terkait mengaku sudah turun ke lapangan dan menyidak distributor. Selain itu, Disperindag pun sudah melakukan koordinasi dengan para produsen garam yang biasa memasok ke Banten.
Khusus untuk garam konsumsi, kepada produsen di Pamekasan dan Madura, Disperindag meminta pasokan garam sebanyak 30 ton. “Daerah pemasok kita itu dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan dari Nusa Tenggara Timur. Itu semua produsen besar,” ujarnya.
Terkait jumlah kebutuhan garam di Banten, untuk garam konsumsi per minggu membutuhkan 30 ton garam, sedangkan untuk industri makanan sebulan 5-6 ribu ton. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









