SERANG – Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Serang yang juga Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin tak akan mundur sebagai bakal calon walikota Serang periode 2018-2023 pada Pilkada Kota Serang tahun depan. Padahal, kemarin secara resmi Subadri sudah dipanggil DPD Partai Golkar Kota Serang dan diingatkan bahwa ia adalah kader yang harus patuh, tunduk, serta mengamankan keputusan partai.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, DPP Partai Golkar sudah merekomendasikan Vera Nurlaela Jaman sebagai bakal calon walikota Serang. Meskipun rekomendasi DPP sudah turun, Subadri tetap tidak mengurungkan niatnya untuk maju pada pilkada nanti. “Sanksi apa yang akan diberikan kepada saya, saya kembalikan ke partai. Apa pun sikap partai, saya tetap kader Golkar,” tegas Subadri usai dipanggil DPD Partai Golkar Kota Serang di gedung Golkar, Selasa (22/8).
Ia mengaku, mengikuti semua penjaringan yang dilakukan partai politik di Kota Serang, minus Golkar, Gerindra, PKPI, dan PBB lantaran keempatnya memang tidak membuka penjaringan.
Niatnya untuk maju sebagai bakal calon walikota sudah jauh-jauh hari sebelum mekanisme Golkar ditetapkan. Keikutsertaannya pada penjaringan beberapa partai sebagai bukti keseriusannya untuk maju. “Jujur, saya ingin dari Partai Golkar, tapi kan tidak buka penjaringan. Malah, saat rapat pleno diperluas, Golkar hanya mengusulkan satu kader. Saya juga sudah mengamini rekomendasi DPP, tapi itu tidak mengubah niat saya untuk maju,” tandasnya.
Subadri memang mengakui selama ini tak meminta izin tertulis kepada Golkar untuk maju. Langkahnya dengan berikhtiar politik ke beberapa partai, juga harusnya dilihat sebagai bentuk keseriusannya. Kepada beberapa kader, secara lisan ia sudah menyampaikan niatnya maju di pilkada. “Jelang rapat pleno diperluas, saya juga sudah izin ke Bu Ketua (Ketua DPD Partai Golkar Kota Serang Ratu Ria Maryana-red) untuk menjalin komunikasi dengan partai politik,” ungkapnya. Ia pun memohon doa dari kader Golkar agar niatnya maju di pilkada nanti direstui.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Serang Ratu Ria Maryana mengatakan, Subadri dipanggil untuk ditanyakan secara langsung keinginan atau niatnya. “Soalnya, kami di Golkar sudah menetapkan calon yang akan diusung,” tuturnya.
Apabila niat Subadri sudah bulat untuk maju di pilkada, perempuan yang akrab disapa Yaya ini menilai, sebaiknya yang bersangkutan mundur. Golkar ingin menjunjung nilai kebersamaan agar terciptanya kesolidan antarkader.
“Hal-hal apa yang akan nanti kita lakukan itu perlu dikaji dulu dan segala sesuatunya tergantung keputusan Pak Badri maunya seperti apa,” ujar Yaya.
Kata dia, berdasarkan rapat internal kemarin, Subadri tetap ingin maju meskipun bukan dari Golkar. Untuk itu, DPD sepakat memberikan kebijakan agar Subadri berpikir kembali terkait langkah apa yang harus diambil Subadri. “Kami memberikan waktu tujuh hari untuk berpikir,” ungkapnya. Namun, pihaknya masih mengharapkan kebersamaan. Untuk itu, DPD memberikan kebijakan untuk berpikir kembali.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Serang Tb Ihwan Subhi mengatakan, pemanggilan terhadap Subadri dilakukan karena yang bersangkutan masih melakukan ikhtiar politik setelah rekomendasi DPP Partai Golkar turun. “Dulu katanya menunggu rekomendasi, tapi saat DPP turunkan rekomendasi, malah ikut penyampaian visi dan misi di PAN. Makanya, kami tanyakan maunya seperti apa,” tandas Ihwan.
Kata dia, sebagai kader, seharusnya patuh, tunduk, dan ikut mengamankan keputusan partai. Apabila tidak mengindahkan keputusan partai, tentu tidak disiplin. Pihaknya akan melihat hasil pemikiran kembali yang dilakukan Subadri selama tujuh hari ke depan. “Kami akan lihat dari peraturan partai. Ada proses yang harus ditempuh,” ujarnya.
Ihwan mengatakan, pemanggilan dengan surat resmi yang dilayangkan, Sabtu (19/8) lalu, sebagai kewajiban DPD untuk mengingatkan kadernya bahwa hak politiknya sudah diatur partai. Dengan begitu, tidak bisa serta-merta sesuai keinginan pribadi. (Rostinah/RBG)








