CILEGON – Pembangunan kios di Pasar Blok F Cilegon kini terbengkalai. Ini karena banyak pekerja yang tidak mau menyelesaikan pekerjaannya karena diduga belum dibayar oleh kontraktor.
Diketahui, pembangunan Pasar Blok F yang memasuki tahap dua. Sebanyak 75 kios dibangun di lantai dua. Lantaran ditinggalkan para pekerja, banyak bahan bangunan berserakan. Kios-kios seluas 12 meter persegi itu baru sebatas dicat, tetapi rolling door dan sejumlah properti lain masih belum lengkap.
Iwan, salah satu pekerja yang membuat balkon mengakui, banyak rekan-rekannya yang pulang kampung. “Saya sendiri tidak tahu kenapa pulang. Tapi kalau alasannya karena belum dibayar gajinya, itu bisa jadi,” katanya kepada Radar Banten.
Iwan mengaku, dirinya saja sampai sekarang belum dibayar. Padahal gajinya biasa dibayarkan sepekan sekali. “Kalau lihat teman-teman yang sudah lebih dulu kerja di sini biasanya gajinya dibayar seminggu sekali. Tapi saya sudah satu bulan belum juga dikasih gajinya,” terang Iwan.
Pekerja lain, Ari, justru mengatakan hal yang berbeda. Ari mengaku setiap minggu gajinya dibayar. “Cuma minggu ini saja yang belum kelihatan ada pembayaran gaji atau belum. Biasanya gaji dibayarkan setiap hari Selasa,” terang Ari.
Sementara, Yanto pekerja lainnya, mengaku baru satu minggu ikut bekerja membangun Pasar Blok F untuk bangunan lantai dua. “Saya belum lama kerja di sini. Kalau saya sih enggak apa-apa kalau belum dibayar. Yang penting ketika saya mau pulang kampung, harus dibayar,” terang Yanto yang berasal dari Purwodadi, Jawa Tengah ini.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) M Satiri membantah jika para pekerja tersebut belum dibayar. “Kata siapa belum dibayar. Enggak mungkin lah. Semua pekerja yang sedang membangun Pasar Blok F di lantai dua sudah dibayar semua,” bantah Satiri.
Diketahui, pembangunan Pasar Blok F tahap dua ini menyedot APBD 2017 sekitar Rp8 miliar. Pembangunan pasar tersebut sudah harus rampung akhir tahun ini. (Umam/RBG)









