SERANG – Ketersediaan buku nikah di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten kian menipis. Dari kuota 100.000 pasang buku nikah per tahun, kini hanya tersisa 2.000. Makin menipisnya stok buku nikah ditenggarai karena tingginya angka perkawinan.
Staf Pemberdayaan Kantor Urusan Agama (KUA) pada Kanwil Kemenag Provinsi Banten Ahmad Safei mengatakan, pihaknya rutin menginvetarisasi dokumen yang dikeluarkan Kemenag, salah satunya adalah ketersediaan buku nikah. Dari pantauan terakhir, kini buku nikah yang tersisa di gudang Kanwil Kemenag Banten tak lebih dari 2.000 pasang buku.
“Mau habis tinggal 2.000 lagi di gudang. Ya itu stok dari dari September tahun lalu yaitu 100.000 pasang buku nikah. Rata-rata tiap tahun di Banten yang nikah hampir 100.000 pasang, makannya stok buku nikah dari Kemenag RI disesuaikan,” ujarnya, Selasa (19/9), dikutip dari Banten Raya.
Ia menuturkan, ketersediaan buku nikah cepat menipis beberapa bulan terakhir karena banyaknya pasangan yang menikah. Kondisi makin dipersulit karena hingga saat ini pihaknya belum juga mendapat suplai dari Kemenag RI.
“Biasanya memang di bulan dalam penanggalan Islam yaitu Syawwal dan Dzulhijjah banyak pasangan yang menikah. Jumlahnya bisa 2 kali lipat dari bulan biasanya. Untuk tahun ini pun masih sama kondisinya. Sampai saat ini suplai dari Kemenag RI belum juga sampai, katanya Oktober baru datang,” katanya.
Disinggung apakah stok tersebut cukup setidaknya hingga suplai buku nikah datang, dia tak bisa menjaminnya. Sebagai gambaran, untuk Januari 2017 saja atau bulan di luar Syawwal dan Dzulhijjah angka penikahan mencapai 8.059.
“Rata-rata per tahun hampir 100.000 dan di Januari saja mencapai 8.059 pasangan yang nikah. Kalau jumlah pernikahan di bulan-bulan lainnya belum direkap. Mudah-mudahan suplai buku nikah dari pusat segera sampai,” ungkapnya. (DEWA/RBG)









