SERANG – Rancangan APBD Perubahan tahun ini sudah disetujui bersama antara Wali Kota Serang dengan DPRD Kota Serang dalam rapat paripurna, kemarin (28/9). Dari 34 organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemkot Serang, Sekretariat DPRD Kota mendapat alokasi anggaran paling besar dibandingkan OPD lainnya, yakni sebesar Rp6,5 miliar. Pada APBD murni, anggaran Dewan sebesar Rp46,61 miliar. Sedangkan di Rancangan APBD Perubahan menjadi Rp53,17 miliar.
Namun, Rapat Paripurna Persetujuan Bersama tentang Rancangan APBD Perubahan itu kembali molor hingga dua jam. Rapat yang diagendakan mulai pukul 09.30 WIB, ternyata baru dimulai 11.30 WIB. Dari 45 anggota Dewan, 34 orang yang hadir dalam rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin. Namun, berdasarkan pantauan Radar Banten, setelah rapat paripurna dimulai sekira dua menit, sejumlah anggota Dewan baru memasuki ruang paripurna.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Adang Darmawan mengatakan, penambahan anggaran Dewan itu untuk belanja langsung. “Seperti pengadaan mebel,” ujar Adang saat mendampingi Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman usai rapat paripurna di gedung DPRD Kota Serang, Kamis (28/9).
Sementara, tambah Adang, untuk belanja tidak langsung hanya penyesuaian dengan PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD. Tunjangan transportasi yang menjadi item pembeda pendapatan anggota Dewan itu dialokasikan sebesar Rp12 juta per bulan per anggota Dewan.
Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan, berdasarkan rancangan, APBD Perubahan Kota Serang tahun ini naik Rp141,12 miliar. Pada APBD murni, belanja daerah sebesar Rp1,26 triliun kini naik menjadi Rp1,4 triliun.
Kata dia, penambahan belanja itu dialokasikan untuk beberapa hal, seperti infrastruktur serta hibah untuk KPU dan Panwaslu terkait penyelenggaraan Pilkada Kota Serang tahun depan.
Disinggung mengenai rapat paripurna yang molor hingga dua jam, Jaman mengaku ia sudah stand by di Puspemkot Serang. “Saya menunggu info dari Setwan apakah sudah kuorum atau belum. Begitu kuorum, saya meluncur,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan, pelaksanaan rapat paripurna tidak molor terlalu panjang. Apalagi, para anggota Dewan baru menempati gedung baru pada awal September lalu yang seharusnya disertai dengan semangat bekerja.
Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin juga menyesalkan molornya pelaksanaan rapat paripurna tersebut. “Pimpinan sudah melayangkan surat resmi ke BK (Badan Kehormatan-red) untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia berharap ada peningkatan kinerja dari para anggota Dewan. Terlebih, gedung yang digunakan saat ini sudah representatif. Terkait anggaran, Subadri mengatakan, penambahan alokasi anggaran itu diperuntukkan bagi pengadaan mebel. “Itu pun hanya sebagian saja,” ungkapnya.
Diharapkan, dengan semakin lengkapnya mebel di gedung baru itu maka kinerja Dewan juga semakin meningkat untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. (Rostinah/RBG)










