SERANG – Ratusan hektare lahan sawah milik petani di sepuluh kecamatan diserang hama wereng batang cokelat (WBC). Tanaman padi yang terserang hama pun, terancam gagal panen.
Sepuluh kecamatan yang lahan pertaniannya diserang hama wereng itu, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Pertanian Kabupaten Serang antara lain Kecamatan Pontang, Lebakwangi, Ciruas, Cikande, Jawilan, Padarincang, Kragilan, Bandung, Pamarayan, dan Kecamatan Binuang.
Koordinator Pengendalian Organisme Perusak Tumbuhan (POPT) wilayah Kabupaten Serang Tata Juarta mengatakan, ratusan hektare lahan sawah di Kabupaten Serang statusnya terserang dan terancam terserang hama WBC. Sayangnya, Tata belum bisa menyebutkan luas lahan sawah yang positif terserang hama. Alasannya, data yang dilaporkan petani di sepuluh kecamatan masih direkap. “Data yang kami terima, ada sepuluh kecamatan yang melapor sawahnya diserang hama. Yang terserang sekitar puluhan hektare, yang terancam terserang ratusan hektare. Laporannya baru kami terima dari petugas POPT di lapangan, jadi belum direkap,” ujar Tata yang ditemui Radar Banten di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Jalan Martadilaga, Kota Serang, Rabu (3/1).
Hingga kemarin, kata Tata, belum ada tanaman padi yang dinyatakan puso atau gagal panen akibat serangan hama tersebut. Namun, ia memprediksi, kemungkinan besar yang statusnya terserang hama akan mengalami puso. “Saat ini tanaman padi baru mengalami rusak ringan, sedang, dan berat saja,” ungkapnya.
Menurut Tata, mewabahnya hama wereng akibat perubahan cuaca, selain penggunaan pestisida berlebihan yang mengakibatkan lawan hama alami seperti kodok, laba-laba, ular sawah menghilang di sawah. “Padahal, paling efektif untuk menangkal WBC itu ya lawan alamnya ini,” terangnya.
Selain hama WBC, dimungkinkan Tata, tanaman padi juga terserang hama penggerek batang padi dan tikus sawah. Penggerek batang padi, dijelaskan Tata, timbul akibat terbawa binatang kupu-kupu yang mengendap pada batang padi. “Sasarannya padi yang usianya di bawah satu bulan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi serangan hama, pihaknya sudah menempatkan empat posko pengendalian hama di empat wilayah. Yakni untuk wilayah Utara posko ditempatkan di Kecamatan Pontang, wilayah timur di Kecamatan Cikande, wilayah selatan di Kecamatan Baros, dan wilayah barat di Kecamatan Kramatwatu. Posko ditempatkan untuk menerima pengaduan petani jika lahan pertaniannya diserang hama. “Di posko itu sudah disediakan pestisida, Insektisida ada 1.000 liter, serta pungisida 400 kilogram,” katanya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kecamatan Pamarayan Haerudin membenarkan, hama WBC menyerang lahan sawah di sejumlah wilayah, termasuk di Kecamatan Pamarayan. Kata Haerudin, hama WBC berkembang biak pada musim hujan. “Di Desa Pamarayan saja ada sekitar sepuluh hektare yang kena (diserang hama WBC-red). Desa lainnya saya belum tahu. Biasanya yang paling rentan itu Desa Sangiang dan Desa Wirana,” ujarnya.
Haerudin mengaku, sudah melakukan tindakan pencegahan serangan hama WBC dengan penyemprotan pestisida massal. “Kita juga sudah imbau kepada petani agar terus dipantau. Harus ada pergantian air,” pungkasnya. (Rozak/RBG)










