LEBAK – Sudah tiga ibu rumah tangga di Jalan Maulana Yusuf, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar menjadi korban penjambretan. Seperti Heti Prihatini yang terkena musibah penjambretan di lokasi tersebut. Heti mengalami kerugian mencapai Rp. 12 juta.
Heti mengatakan, kejadian tersebut ketika dirinya akan berbelanja sembako di Jalan Maulana Yusuf, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar sekitar ba’da Dzuhur. “Saya ngambil dompet yang saya simpan dalam jok motor untuk belanja, namun ada dua orang yang menghampiri saya dengan sepeda motor san langsung merampas dompet saya,” katanya kepada Radar Banten Online, Kamis (11//1).
Lantaran gugup, lanjutnya, pelaku berhasil kabur ke arah Cimarga yaitu Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar. Bukannya berteriak maling malah hanya memanggil-manggil saja. “Hei-hei sambil saya kejar. Saya gugup, kalau saja saya berteriak maling pasti ketangkep, karena pasti banyak orang yang mendengar,” kata Heti.
Heti mengungkapkan, pelaku berhasil membawa dompet yang berisi uang Rp. 12 juta, atam suaminya, STNK motor Honda Revo dengan nopol A 3617 PU serta barang berharga lainnya. “Saya akan melaporkan kejadian ini kepada kepolisian. Saya berharap pelaku dapat tertangkap, soalnya di jalan tersebut sering terjadi aksi penjambretan dan sudah meresahkan warga. Bukan hanya saya saja yang mengalami musibah penjambretan di jalan tersebut,” ungkapnya.
Heti menduga, pelaku sudah membuntuti sejak dirinya menukarkan uang dari Bank BRI. Heti mengaku uang tersebut adalah untuk modal usaha kreditan dan biaya bulanan untuk anaknya.
Ita Nurpianti warga setempat menuturkan, bahwa aksi penjambretan di jalan tersebut memang kerap terjadi, pasalnya sudah tiga ibu rumah tangga yang mengalami musibah penjambretan dengan IRT tadi siang. Sebelumnya terjadi kepada ibu Sri warga sekitar yang terkena jambret, terus ada ibu-ibu yang sedang berjalan mengalami pemjambetan pula. Aksi tersebut sama saja, pelaku dalam menjalankan askinya dengan sepeda motor.
“Siang bolong begitu ada saja yang nekat menjambret. Sekarang jalan tersebut rawan jambret. Sasarannya kebanyakan IRT. Saya harap pihak kepolisian segera menangani dan menangkap pelaku, karena kejadian ini sudah meresahkan banyak warga,” tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Rangkasbitung AKP Tomi Hadi Sumpena mengatakan, turut prihatin dengan kejadian atau musibah yang menimpa warga. “Terkait dengan aksi penjambretan yang sudah meresahkan warga, itu semua akan menjadi atensi kepada kepolisian untuk segera menangkap pelaku,” tegasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).








