CILEGON – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon masih ogah melakukan tes urine kepada para pelajar di setiap sekolah di Kota Cilegon. Alasannya karena kegiatan tersebut pastinya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sebelumnya, BNN Kota Cilegon menyebut tidak ada satupun sekolah di Kota Cilegon yang aman dari ancaman narkoba.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Muhtar Gozali mengaku telah mengetahui informasi tersebut dari pihak BNN Kota Cilegon. Muhtar mengapresiasi langkah BNNK Cilegon yang telah melakukan pendataan, namun ia berharap masyarakat jangan langsung menelan informasi yang beredar.
“Informasi itu bagus, tetapi tentu bukan menjudge bahwa para pelajar di Kota Cilegon telah terkena narkoba. Kalau mau tes urine ya itu kan tidak murah,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/1).
Ia mengaku akan memperkuat pengawasan terhadap para peserta didik dengan mengerahkan para guru dan kepala sekolah. Namun ia mengaku langkah itupun tidak ada berdampak efektik tanpa adanya keterlibatan para orangtua murid. Ia menegaskan penggunaan narkoba akan membuat masa depan pelajar menjadi suram.
“Akan kita lakukan nanti dengan bekerjasama dengan orangtua siswa. Guru itu pengawasannya hanya beberapa jam di sekolah, selebihnya di rumah dan di masyarakat. Jadi BNN juga jangan hanya fokus kepada pelajar tetapi juga di masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, Seksi Penyuluhan, Pencegahan, dan Pemberdayaan SDM pada BNN Kota Cilegon Nunung Nurhayati menyebut berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, ternyata tidak ada satupun sekolah di Kota Cilegon yang steril dari narkoba. Di setiap sekolah ada sekira empat orang yang menjadi korban penggunaan narkoba.
“Untuk membantu program BNN, Satgas Anti Narkoba ini kita bentuk di setiap sekolah. Agar para pelajar yang menjadi anggotanya dapat memberikan pemahaman kepada pelajar lainnya akan bahaya narkoba, agar dapat melindungi sesama teman,” ujarnya saat ditemui di SMAN 1 Cilegon, Rabu (24/1). (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)











