slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

13 Orang jadi Tersangka Perusakan Mapolsek Bayah

Redaksi by Redaksi
14-05-2018 10:13:28
in Berita Utama, Hukum
13 Orang jadi Tersangka Perusakan Mapolsek Bayah

Satu unit mobil polisi Polsek Bayah, Kabupaten Lebak, yang hangus dibakar massa pada Sabtu (12/5) lalu sedang dievakuasi untuk dijadikan sebagai barang bukti. Polda Banten menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan Mapolsek Bayah.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LEBAK – Polda Banten menetapkan 13 warga Bayah, Kabupaten Lebak, sebagai tersangka kasus perusakan Mapolsek Bayah. Ke-13 warga itu hingga kemarin siang masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Banten.

“Ada 13 orang yang kita jadikan tersangka. Sementara, tiga orang lagi sudah kita kembalikan ke rumah masing-masing karena alat bukti dan saksi tidak mendukung,” ujar Direktur Reskrimum Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Onny Trimurti Nugroho kepada Radar Banten, Minggu (13/5).

Baca Juga :

Pria Tewas Tenggelam di Pantai Pulo Manuk, Wisatawan Diimbau Waspada!

Heboh, Warga Bayah Temukan Mayat di Pesisir Pantai

Edarkan Sabu Lewat Bungkus Permen dan Kue, Dua Pemuda di Lebak Diamankan Polisi

Anak Dirudapaksa Bergilir, Keluarga Ungkap Paksaan Adanya Mediasi

Sebelumnya pada Sabtu (12/5), ratusan nelayan di pesisir pantai di Lebak Selatan dan Sukabumi melakukan aksi perusakan Mapolsek Bayah sekira pukul 08.30 WIB. Massa membakar satu unit mobil patroli, satu unit mobil pelayanan pengaduan, dan empat unit motor.

Aksi massa nelayan dipicu diduga akibat kesalahpahaman masyarakat terhadap kepolisian.

Pada Sabtu pagi sekira pukul 07.00 WIB, pengusaha benur (bayi lobster) asal Cisolok yang bernawa Anwar dan anak buahnya Bubun diculik orang yang mengaku sebagai polisi di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah. Kejadian tersebut menimbulkan keresahan di kalangan nelayan sehingga mereka mengadang laju mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oknum yang mengaku aparat polisi.

Dua orang nelayan yang mengadang kendaraan ditabrak sehingga mengalami luka-luka. Setelah menabrak nelayan, oknum tersebut membawa Anwar dan Bubun ke arah Sukabumi, Jawa Barat. Tiba di Pamubulan kondisi lalu lintas tersendat sehingga mereka balik arah menuju Bayah. Pengusaha benur tersebut diturunkan di kebun sawit di Kecamatan Panggarangan.

Para nelayan dari beberapa kecamatan di Lebak Selatan dan Sukabumi, Jawa Barat, gerah dengan penculikan dan penangkapan pengusaha benur. Apalagi, tersiar kabar nelayan di Selatan ditabrak lari oleh oknum yang mengaku polisi.

Massa secara bertahap mendatangi Mapolsek Bayah untuk melakukan aksi demonstrasi mulai pukul 08.30 WIB. Aksi tersebut awalnya berlangsung damai, tetapi pukul 10.30 WIB, massa panas. Mereka mempertanyakan kejelasan nasib Anwar dan Bubun yang diamankan oknum yang mengaku anggota polisi. Tapi, anggota Polsek Bayah tidak bisa menjelaskan tentang persoalan tersebut karena mereka tidak tahu apa-apa tentang persoalan tersebut.

Tidak puas dengan jawaban kepolisian, massa mengamuk. Bahkan, tembakan peringatan dari anggota Brimob diabaikan dan membuat massa makin beringas. Mereka kemudian memecahkan kaca mobil patroli, menghancurkan kaca dan mengacak-acak Mapolsek Bayah, serta mengejar anggota kepolisian.

Mobil patroli yang telah dirusak didorong massa ke Lapangan Merdeka di belakang Mapolsek Bayah. Mereka membakar mobil patroli, empat unit motor, dan satu unit mobil pelayanan pengaduan. Motor yang ada di depan Mapolsek Bayah digotong ke Lapangan Merdeka oleh massa. Bahkan, dua unit motor anggota Brimob dimasukkan ke dalam kolam di belakang Polsek Bayah.

Masyarakat sekitar Mapolsek Bayah hanya menonton aksi brutal tersebut. Beberapa warga dan anggota kepolisian yang mengambil gambar dan video aksi tersebut dikejar-kejar massa. Bahkan, anggota polisi dipukuli ketika mengambil video di depan Mapolsek Bayah.

Aksi baru berhenti setelah aparat gabungan dari Brimob Panggarangan, Polsek di zona Lebak Selatan, datang ke lokasi. Tidak hanya itu, Anwar dan Bubun datang ke Polsek untuk melaporkan kasus penculikan yang dialaminya oleh oknum yang mengaku aparat kepolisian.

Halimah, warga Bayah Timur, Kecamatan Bayah, menyatakan, situasi dan kondisi di Mapolsek Bayah sangat mencekam. Ratusan masyarakat melakukan aksi perusakan terhadap kendaraan dan Mapolsek Bayah. Dia melihat massa memukuli anggota polisi yang mengambil video aksi tersebut.

“Suasana di polsek cukup mencekam. Saya sendiri tidak berani mendekat dan hanya melihat aksi massa dari kejauhan. Pokoknya menakutkan karena massa beringas. Mereka merusak kantor dan kendaraan di sana,” kata Halimah ketika ditemui Radar Banten di Lapangan Merdeka di Kampung Ciwaru, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah.

Halimah mengaku, melintas di depan Mapolsek Bayah sekira pukul 11.00 WIB. Dia akan membeli pertalite di SPBU yang berada tidak jauh dari Polsek Bayah. Untuk itu, dia melihat langsung motor Polsek Bayah digotong massa ke Lapangan Merdeka dan membakarnya di sana.

“Saya enggak lama menyaksikan aksi brutal warga. Karena takut, saya dan anak memilih pulang. Saya sengaja ke sini lagi karena ingin melihat kondisi Polsek Bayah setelah diamuk massa,” paparnya.

Odil, warga Bayah lainnya mengaku, melihat langsung aksi nelayan di depan Polsek Bayah. Batu, batang pohon bambu, dan besi, digunakan massa untuk merusak dan mengobrak-abrik kantor Polsek Bayah. Bahkan, ketika anggota Brimob dipukul, dia ikut memisahkan dan menolong aparat negara tersebut agar tidak diamuk massa.

“Situasi dan kondisi di lapangan tidak terkendali. Massa mengamuk dan merusak semua fasilitas yang ada di dalam kantor. Bahkan, petasan dan minuman keras hasil operasi dirampas massa,” ungkapnya.

Usai diamuk massa, aparat gabungan dari Brimob dan Shabara Polda Banten diterjunkan ke lokasi. Shabara Polres Lebak bersama anggota Polsek zona Lebak Selatan diinstruksikan merapat ke lokasi. Tidak hanya itu, anggota TNI dari berbagai satuan yang berjumlah lebih dari 100 orang berjaga-jaga di sekitar Polsek Bayah. Pukul 16.00 WIB, anggota polisi tampak membersihkan keping-keping kaca, genting, dan barang-barang di dalam polsek.

RAPAT TERTUTUP

Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo melakukan rapat tertutup dengan jajaran di rumah dinas Kapolsek Bayah. Tampak di lokasi, Sekda Lebak Dede Jaelani, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto, Wakapolres Lebak Kompol Fredya Triharbakti, dan sejumlah perwira di Polda Banten.

Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan, aksi massa yang berujung perusakan akibat kesalahpahaman antara masyarakat dengan anggota Polsek Bayah. Warga menduga, pelaku penangkapan terhadap pengusaha benur di Jogjogan merupakan anggota Polsek Bayah. Padahal, tidak ada penangkapan yang dilakukan Polsek Bayah atau Polres Lebak.

“Ini kesalahpahaman. Peristiwa ini dipicu adanya isu pengamanan atau penangkapan terhadap dua nelayan yang sedang melakukan transaksi benur,” kata Listyo.

Terduga pelaku yang melakukan penangkapan terhadap Anwar dan Bubun masih dilakukan penyelidikan. Pihaknya juga telah menunjukkan foto-foto terhadap Anwar dan Bubun untuk mencari tahu siapa pelaku yang melakukan pengamanan, tetapi korban mengaku tidak mengenal sosok yang mengamankannya ke dalam mobil. Bubun meragukan bahwa pelaku merupakan anggota, karena jika dilakukan penangkapan biasanya Bubun dibawa ke Polsek untuk diperiksa.

“Kita mencari tahu peristiwa yang terjadi dan menjelaskannya. Sekarang, kita dalami. Untuk aksi pengrusakan, kita akan melakukan langkah-langkah tegas,” ujarnya (Mastur/RBG)

Tags: Polsek Bayah
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Polisi Perketat Pengamanan Gereja di Serang

Next Post

Satu Tahun Kepemimpinan WH-Andika: Kesehatan Gratis Tak Kunjung Tiba

Related Posts

Pria Tewas Tenggelam di Pantai Pulo Manuk, Wisatawan Diimbau Waspada!
Lebak

Pria Tewas Tenggelam di Pantai Pulo Manuk, Wisatawan Diimbau Waspada!

by Nurabidin
Jumat, 4 April 2025 14:45

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas tenggelam di Pantai Pulo Manuk, Kecamatan Bayah, Lebak, pada Jumat, 4 April...

Read moreDetails

Heboh, Warga Bayah Temukan Mayat di Pesisir Pantai

Edarkan Sabu Lewat Bungkus Permen dan Kue, Dua Pemuda di Lebak Diamankan Polisi

Anak Dirudapaksa Bergilir, Keluarga Ungkap Paksaan Adanya Mediasi

Polisi Selidiki Dugaan Pemerkosaan Bocah Asal Bayah

Miris, Kasus Dugaan Pemerkosaan Gadis di Bawah Umur di Lebak Dimediasi agar Damai

Pembunuh ODGJ Dites Kejiwaan, Hasilnya Menggejutkan

ODGJ Dibunuh Anak SD dan SMP, Pemkab Lebak Mengaku Banyak ODGJ Berasal dari Luar Daerah

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Terikat Tali di Bayah

Ribuan Botol Miras Asal Jakarta Diamankan Polisi di Bayah

Next Post
Satu Tahun Kepemimpinan WH-Andika: Kesehatan Gratis Tak Kunjung Tiba

Satu Tahun Kepemimpinan WH-Andika: Kesehatan Gratis Tak Kunjung Tiba

Anak Gubernur Banten Terancam Batal Jadi Calon DPD RI

Anak Gubernur Banten Terancam Batal Jadi Calon DPD RI

Kegunaan Nilai Unas Untuk PPDB Bakal Dihapus

Rata-rata Anak di Ibukota Banten Tak Lulus SMP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32
Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

by Redaksi
Jumat, 17 April 2026 20:43

RADARBANTEN.CO.ID - Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset...

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

by Mulyadi
Jumat, 17 April 2026 19:54

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menunjukkan celurit yang digunakan 14 anak terduga pembunuh seorang pelajar, Jumat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak