Aisyah Tusalamah mendadak jadi perbincangan. Selain dikenal sebagai ‘Ratu’ kerajaan ubur-ubur, perempuan kelahiran 1981 itu dikenal keras kepala dan temperamen. Tak jarang sikapnya mengundang perselisihan dengan warga lain.
MERWANDA – SERANG
Rabu (15/8), jalan sempit menuju Istana Kerajaan ubur-ubur sepi. Sesekali terdengar suara kendaraan melintas di jalanan Lingkungan Tower Sayabulu, Kelurahan/Kecamatan Serang, Kota Serang itu. Satu unit mobil patroli terparkir, tepat di samping rumah tempat pendiri dan pengikut kerajaan ubur-ubur beraktivitas.
Letak rumah Aisyah tidak sulit untuk ditemukan. Rumah Aisyah hanya berjarak 200 meter dari jalan raya Sayabulu. Kawasannya, masih terbilang asri dan sepi. Tidak lebih dari sepuluh rumah berdiri di sepanjang jalan gang Tower Indah. Pepohonan menghiasi di depan rumah Aisyah.
Garis polisi yang dipasang Selasa (14/8) malam, tak terlihat lagi di pagar rumah seluas 150 meter persegi itu. Garis polisi itu dicopot agar tidak mengundang perhatian warga. Sejak kemarin (14/8) malam, rumah bercat putih itu telah ditinggalkan penghuninya. “Kemarin malam, ratusan warga datang, karena penasaran. Ada satu orang saja memantik, bisa terprovokasi seluruhnya dan terjadi hal tidak diinginkan,” kata Kapolsek Serang Kompol Irwanda.
Kepergian Aisyah dan pengikutnya dari rumah disambut gembira oleh warga. Salah satunya, Fenti. Aisyah menurut Fenti merupakan perempuan keras kepala dan pemarah. Beberapa kali Fenti yang tinggal bersebelahan dengan kediaman Aisyah terlibat keributan. “Udah sering banget ribut sama dia (Aisyah-red),” kata Fenti.
Keributan itu dipicu oleh ritual sekte yang dipimpin Aisyah. Suara bising dari ritual Aisyah itu terdengar hingga ke rumah Fenti yang dibatasi satu dinding pemisah. Ritual aneh tersebut telah dilakukan sejak Aisyah menempati rumahnya dua tahun lalu. “Dzikir suaranya keras-keras, dari malam sampai subuh. Lanjut lagi setel musik, nyanyi,” ujar Fenti.
Lantaran merasa terganggu, Fenti dan suami berusaha menegur Aisyah. Bukan meminta maaf, Aisyah justru marah kepada pasangan suami istri tersebut. “Saya malah dikutuk, di lingkarin api neraka. Rumah saya ditaburi bunga sama pengikutnya,” tutur Fenti.
Suami Aisyah, Rudi Chairil Anwar berulangkali melarang praktik menyimpang Asiyah. Tetapi, teguran itu tidak terlalu berpengaruh. Aisyah terus aktif melakukan ritual bersama pengikutnya. “Sudah sering ngelarang, tapi istrinya keras kepala,” kata Fenti.
Sebutan kerajaan ubur-ubur itu menjadi sekte yang dipimpin Aisyah terbilang baru. Nama kerajaan ubur-ubur dibuat spontanitas. “Pengikutnya itu kalau sudah pergi, dianggap sudah lulus,” tutur Fenti.
Video Aisyah saat ‘ceramah’ diunggah ke akun medsos miliknya. Isi ceramahnya tak jarang membuat orang tertarik. Salah satunya, Nur Salim. Lelaki asal Jawa Timur itu mendatangi Aisyah untuk belajar sejarah Kerajaan Siliwangi. “Dia ingin mencocokan sejarah kerajaan,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin.
Rudi Chairil Anwar diakui sering menegur apa yang diajarkan Aisyah. Istri ketiga Rudi itu diminta membuang angan-angan dan obsesinya memeroleh harta karun. “Suaminya kondisinya memprihatinkan karena tunanetra. Katanya dia tidak terlibat kegiatan ini, bahkan sering berkelahi karena masalah ini,” tegas Komarudin.
Namun, Aisyah akhirnya menyerah. Setelah beberapa jam menjalani pemeriksaan, Aisyah mengakui khilaf telah menyebarkan ajaran yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam. “Dia mengaku khilaf,” ucap Komarudin.
ALIRAN SESAT
Sementara, tadi malam MUI Kota Serang sudah mengeluarkan pendapat hukum tentang ajaran kerajaan ubur-ubur sesat.
Sekretaris Umum MUI Kota Serang Amas Tadjudin menjelaskan, sesat yang dimaksud yakni, pertama; Aisyah meyakini bahwa dirinya merupakan perwujudan Allah Swt sanghyang tunggal, memiliki makam dan petilasan di Kota Serang.
Kedua; Aisyah meyakini bahwa nabi Muhammad SAW adalah berjenis Kelamin Perempuan, asli lahir di Sumedang Jawa Barat. Ketiga; Aisyah dan pengikutnya meyakini bahwa beriman kepada yang Goib sesuai Al Quran Surat Al Baqoroh adalah beriman kepada Nyi Roro (Ibu Ratu Kidul). Keempat; bahwa Aisyah dan pengikutnya berkeyakinan bahwa Kakbah di Makkah bukan kiblat tempat salat, melainkan hanya rumah nabi tempat memuja saja. Kelima, Aisyah dan pengikutnya meyakini bahwa hajar aswad disukai dan diciumi oleh orang Islam karena berbentuk kelamin perempuan.
“Hal hal sebagaimana tersebut pada point pertama sampai poin kelima di atas dinyatakan sesat dan menyesatkan sesuai pedoman MUI Pusat tentang 10 kriteria aliran sesat. Serta hal tersebut dapat dikenakan pasal penistaan agama, oleh karena itu Kerajaan Ubur-Ubur harus dibubarkan dan diproses hukum. Selanjutnya Aisyah selaku raja dan para pengikutnya diminta untuk taubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar dan akan dibina oleh MUI Kota Serang,” papar Amas. (*)









