PANDEGLANG – Rotasi terhadap 40 kepala sekolah (kepsek) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang pada Jumat (9/11) lalu disoal puluhan komite. Mereka meminta Pemkab Pandeglang agar mempertimbangkan kembali rotasi dan mutasi puluhan kepsek SMP tersebut.
Kemarin (13/11), puluhan anggota komite SMP tersebut mendatangi kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Pandeglang dan beraudiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin, Kepala Dindikbud Kabupaten Pandeglang Olis Solihin, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmu Sumanta di ruang rapat Setda Kabupaten Pandeglang.
Ditemui usai audiensi, anggota Komite SMP I Sobang Rahman Sukmaji mengatakan, audiensi yang dilakukan puluhan komite tersebut guna mempertanyakan kejelasan rotasi dan mutasi puluhan kepsek SMP tersebut. “Kami memohon agar rotasi dan mutasi itu dipertimbangkan kembali karena para kepsek yang dirotasi itu baru delapan bulan bekerja. Kenapa dirotasi lagi? Kami memohon kalau bisa dikembalikan dulu sampai kami memberikan penilaian. Kan kepsek itu baru merintis, sekolah juga baru dibangun tiba-tiba dimutasi, kami belum tahu visi misi mereka, tetapi kenapa dirotasi?” katanya, kemarin.
Dia meminta Pemkab Pandeglang agar membatalkan rotasi dan mutasi terhadap puluhan kepsek SMP tersebut karena dinilai bisa mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. “Kami memohon kepada Bapak Sekda (Pery Hasanudin-red) agar dikembalikan dan jangan dimutasi supaya kami selaku pihak sekolah solid dengan masyarakat. Intinya kami ingin agar kepsek yang lama itu tidak dirotasi karena kami selaku pihak komite baru menjalin kerja sama dengan para kepsek, tetapi kenapa harus dirotasi,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang Olis Solihin menerangkan, audiensi yang dilakukan tersebut membahas mengenai rotasi dan mutasi puluhan kepsek SMP. “Jadi begini, mereka (pihak komite-red) hanya mewakili aspirasi masyarakat. Masyarakat itu khawatir kalau para kepala sekolah yang baru itu enggak kreatif dan inovatif seperti kepsek yang lama. Tapi intinya enggak ada masalah serius, para komite hanya merasa khawatir saja. Terus saya sampaikan saat audiensi agar enggak usah khawatir karena yang baru juga bisa lebih baik, jangan buruk sangka dulu, harus berbaik sangka,” katanya.
Menurut Olis, rotasi dan mutasi merupakan hal yang wajar dan pasti terjadi terhadap semua aparatur sipil negara (ASN). Seharusnya, kata dia, tindakan itu tidak menjadi persoalan karena semua ASN harus siap ditempatkan di mana saja. “Ya, yang namanya mutasi itu karena kebutuhan organisasi dan berdasarkan kinerja para pegawai yang bersangkutan juga. Saya juga dipindahkan empat kali dalam satu tahun enggak ada masalah. Tapi, kita berikan waktu dan kesempatan kepada kepsek yang baru. Kita akan lihat kinerjanya bagaimana,” katanya.
Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta berjanji untuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan puluhan komite tersebut. “Mereka hanya mempertanyakan dan memohon dan kita akan mengevaluasinya nanti. Kan kita juga belum tahu kinerja kepala sekolah yang baru itu bagaimana. Mungkin karena komite sudah bermitra dengan kepsek yang lama sehingga pihak komite itu merasa khawatir kalau kinerja kepala sekolah yang baru itu kurang baik. Kita tadi sepakat. Kita memberikan waktu selama tiga bulan. Kalau nanti hasilnya tidak sesuai dengan harapan, akan dipertimbangkan kembali,” katanya. (Adib F/RBG)









