LEBAK – Dokter RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung, dokter Archi Cherrya Oktiandini, ditemukan meninggal dunia di kontrakannya di Jalan Iko Jatmiko, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kebupaten Lebak, Sabtu (17/11) sekira pukul 14.00 WIB. Korban yang sedang hamil tujuh bulan tersebut diduga keracunan gas karbon monoksida dari genset minimarket yang ada di lantai dasar.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, dokter Archi merupakan dokter internship di RSUD Adjidarmo. Pada pukul 08.00 WIB, dokter Archi sempat menyerahkan surat cuti melahirkan kepada bagian pelayanan medik. Setelah surat cuti ditandatangani, dia berpamitan pulang ke kontrakan yang berlokasi di depan RSUD Adjidarmo untuk beristirahat. Kontrakan dokter Archi berada di lantai dua, sedangkan lantai dasar digunakan minimarket. Di kontrakannya tersebut, listrik mati sejak pukul 04.00 WIB.
Karyawan minimarket yang akan buka toko menyalakan genset pukul 08.00 sampai pukul 10.00 WIB. Genset tersebut mati karena kehabisan bahan bakar. Para karyawan kemudian mengeluarkan genset tersebut dan menyimpannya di dekat AC (air conditioning).
Tidak lama kemudian, tiga karyawan minimarket, yakni Fahrudin, Yusuf, dan Heni tiba-tiba mual-mual dan pusing. Ketiganya langsung dilarikan ke RSUD Adjidarmo untuk mendapatkan perawatan medis. Sekira pukul 14.00 WIB, warga yang ada di lokasi menyisir kontrakan yang ada di lantai dua karena khawatir masih ada orang di dalam kamar. Mereka mendobrak kamar kontrakan yang ditempati Archi dan menemukan perempuan yang sedang hamil tersebut dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Rangkasbitung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ugum Taryana menyatakan, polisi yang menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan keracunan gas beracun di minimarket di depan RSUD Adjidarmo langsung ke lokasi kejadian. Polisi langsung memasang garis polisi, melakukan identifikasi, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lapangan.
Dari keterangan saksi di lokasi, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun karbon monoksida yang bersumber dari genset. “Tiga karyawan hanya mual-mual dan pusing saja, sedangkan dokter rumah sakit yang tinggal di lantai dua meninggal dunia,” kata mantan kepala Polsek Cibadak itu.
Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Rencananya, mereka akan memintai keterangan karyawan minimarket dan saksi yang berada di lokasi kejadian perkara. “Kita belum bisa memastikan penyebab kematian Archi. Sekarang, kita fokus penyelidikan dengan menghimpun keterangan dari lapangan,” paparnya.
Warga Kaumlebak, Aat mengatakan, setelah menerima informasi karyawan minimarket keracunan, dia yang sehari-hari berprofesi sebagai ojek di depan rumah sakit berinisiatif menyisir kontrakan di lantai dua. Dia mendobrak salah satu pintu kontrakan yang terkunci. Di sana, Aat bersama warga menemukan dokter muda tersebut telah meninggal dunia. “Ketika ditemukan, kondisinya sudah tidak bernapas,” terangnya. (Mastur/RBG)










