slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Syekh Nawawi Albantani, Guru Ulama Nusantara

Aas Arbi by Aas Arbi
30-05-2019 08:13:08
in Sosial Budaya
Syekh Nawawi Albantani, Guru Ulama Nusantara

Gerbang Kampung Pesisir, Desa Pedaleman, Tanara yang menjadi kawasan rumah Syek Nawawi Al-Bantani.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Nama agung tersemat pada sosok Syekh Nawawi Albantani. Ratusan ulama dilahirkan dari kedalaman pengetahuannya. Kitabnya pun dirujuk ulama seantero Nusantara hingga dunia.

Hikayat ulama menapak tilas di bumi Tanara. Dari kampung di ujung Kabupaten Serang ini, lahir seorang putra yang kelak menjadi ulama tersohor. Mercusuar khasanah intelektual Islam sekaligus maha guru para ulama Nusantara.

Baca Juga :

DPKD Kabupaten Serang Telusuri Karya-karya Syekh Nawawi Albantani

Studi Islam di Banten Masa Kolonial: Antara Ilmu Pengetahuan dan Catatan Spionase

Syekh Nawawi Albantani Menolak Tunduk di Bawah Kolonial

Syekh Nawawi Albantani, Debu di Kaki Penuntut Ilmu

Nama ulama agung itu Nawawi ibn Umar atau Abu Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi. Kelak, orang mengenalnya sebagai sosok Syekh Nawawi Albantani.

Ia lahir dari rahim Zubaedah, yang juga seorang ulama perempuan asal Kampung Tanara. Masa kecilnya dicurahkan mendaras ilmu agama dari ayahandanya, Kiai Umar. Kecerdasannya membaca Alquran, menulis huruf Arab, hingga ilmu fikih menuntunnya mewarisi kebijaksanaan Kiai Umar. Juga kedalaman dua gurunya, Kiai Sahal Serang dan KH Yusuf Purwakarta.

Waktu menuntun Nawawi kecil tumbuh sebagai remaja pendaki pengetahuan. Saat genap berusia 15 tahun, ia melancong ke Mekkah memperdalam kalam Tuhan. Predikat hafiz pun berhasil disandangnya dalam kurun waktu tiga tahun. Tak terkecuali, penguasaan ilmu dasar bahasa Arab, ilmu kalam, mantiq, hadis, tafsir, dan fikih.

Dari Tanah Suci, kepulangannya disambut suka cita. Sejurus dengan genggap gembita namanya yang abadi sebagai nama masjid, pondok pesantren, jalan hingga kawasan daerah.

Napak tilas Nawawi pun masih hidup di Kampung Tanara dan sekitarnya. Masjid Jami An-Nawawi menjadi mercusuar cahaya kebajikan. Masjid itu terletak di Gang Kampung Pesisir, Desa Pedaleman, Tanara. Jaraknya sekira tiga kilometer dari rumah kelahirannya di Kampung Tanara, Desa Tanara.

Warga Kampung Pesisir meyakini masjid yang mempertahankan mihrab aslinya, warisan pertama Syekh Nawawi, sebelum meninggalkan tanah kelahiran. Senin (20/5) lalu saat jelang senja, orang-orang berkumpul di beranda masjid. Bertawasul menunggu beduk Magrib tiba.

“Alhamdulillah, mari buka dulu mas,” ajak salah satu warga yang antusias menyambut kumandang adzan. “Kebetulan malam ini qunutan (memasuki pertengahan Ramadan-red). Jadi menunya lumayan enak,” katanya sembari menyodorkan semangkut ketupat opor.

Senja semakin meninggi, rona merah mulai menipis. Warga semakin banyak bertadang ke masjid. Ikomat pun berkumandang, jamaah tanpa arahan langsung merapihkan shaf salat Magrib berjamaah.

Selepas itu, obrolan panjang kembali berlanjut. Masjid Jami An-Nawawi sebelumnya bernama Bani An-Nawawi. Kesepakatan warga menggantinya dengan nama Jami An-Nawawi. Dalihnya, di kampung itu tak ada satu pun garis keturunan langsung Syekh Nawawi.

“Makanya Jami, karena kita semua bangsa Nawawi dari para muridnya,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Jami An-Nawawi, H Husni di kediamannya yang hanya sepuluh langkah dari masjid.

“Jika pun ada silsilah bukan dari garis keturunan langsung Syekh Nawawi. Yang saya tahu, keturunan beliau Haji Helmi yang sekarang ada di Surabaya,” sambung H Husni yang dibenarkan warga lainnya.

Masjid yang tidak terlalu besar mulanya hanya berupa bale panggung dari bambu. Pada 1340 Hijriah, Ki Arsyad Gani, murid Syekh Nawawi merehabnya.

Sementara, tepat di depan masjid Jami An-Nawawi, berdiri ‘bai’ atau rumah Syekh Nawawi sebelum menetap di Tanah Suci. Rumah bercat hijau itu berukuran 6×8 meter dan sudah berstatus cagar budaya. Oleh warga setempat, rumah dijadikan perpustakaan menyimpan kitab-kitab karya Syekh Nawawi Albantani.

Berderet kitab berbahasa arab tersusun rapi pada rak berbahan kayu. Pada dinding perpustakaan kitab itu tertulis, “Di Bumi Inilah, Syekh Nawawi Albantani Mencurahkan Inspirasinya.”

Karya Syekh Nawawi dalam berbagai sumber literasi disebut jumlahnya mencapai 40 kitab berahasa arab. Sebanyak 22 kitab masih dirujuk sebagai lliterasi wajib pondok pesantren. Di antaranya, Tijan al-Danari, Marah Labid, Uqul al-Lujayn, Tanqih Qawi al-Hathith, Nasai’ih al-Ibad, dan Nihayat al-Zayn

Kemudian, Qatr al-Ghayth, Maraqi al-Ubudiyah, Fath al-Majid, Qami’ al-Tughyan, Mirqat Su’ud al-Tasdiq, Sulam al-Munajat, Nur al-Zalam, Madarit al-Su’ud, dan Bahjat al-Wasa’il. Termasuk kitab tafsirnya yang sangat fenomenal, Marah Labid.

Sayangnya, kitab-kitab tersebut bukan edisi aslinya. Namun, dari hasil percetakan Darul Fikri, Jakarta. Setiap malam Selasa, warga Kampung Pesisir secara rutin mengaji kitab karya Syekh Nawawi. “Kitab ulama lain juga. Tapi kita dahulukan kitabnya Syekh Nawawi,” aku H Husni yang genap berusia 61 tahun.

Setahun menyemai benih pengetahuan di tanah kelahiran, Nawawi kembali berlayar ke Tanah Suci. Melanjutkan pelajaran tingkat mahir di bawah asuhan ulama-ulama ternama pada masanya. Al-syeikh Khatib Sambas, Al-syeikh Abdul Ghani Bima, Syekh Yusuf Sumbulaweni adalah beberapa nama ulama tersohor yang menempanya.

Di tanah suci, kitab-kitabnya menjadi menjadi rujukan ulama-ulama se-Nusantara. Penulis Biografi Syekh Nawawi AlBantani, Profesor Tihami menyebut, tidak kurang 22 kitabnya masih dipakai sebagai buku ajar sampai sekarang. Tidak hanya di pondok pesantren, juga perguruan tinggi di Timur dan Barat.

Nama-nama ulama besar pernah mendalami kebijaksanaannya. Mulai dari KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, KH Khalil Bangkalan, KH Asnawi Kudus, KH Zayn al-Muttaqien Kuningan, M Husein Tasikmalaya, Mustafa Garut, dan ratusan ulama lain.

Ma’la Makkah al-Mukarom menjadi tempat persemayaman hingga akhir hayatnya pada 25 Syawal 1314 H atau 1899 M. Namun, namanya terap harum dari pelosok negeri hingga penjuru dunia.

Syekh Nawawi sebagaimana perumpamaan Prof Tihami, tidak hanya dirujuk sebagai ikon untuk figur intelektual Nusantara. Lebih dari itu, referensi simbolik untuk pencarian jati diri santri Nusantara. Peneliti Belanda Martin van Bruissen menganggapnya sebagai nenek moyang intelektual ulama. (Ken Supriyono)

Tags: berita featurefeatureSyekh Nawawi Albantani
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tempe Kedelai

Next Post

Pelabuan Merak Mulai Dipadati Pemudik

Related Posts

DPKD Kabupaten Serang Telusuri Karya-karya Syekh Nawawi Albantani
Kabupaten Serang

DPKD Kabupaten Serang Telusuri Karya-karya Syekh Nawawi Albantani

by Redaksi
Rabu, 24 Agustus 2022 09:35

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang akan menelusuri karya-karya Syekh Nawawi Albantani. Karya ulama besar...

Read moreDetails

Studi Islam di Banten Masa Kolonial: Antara Ilmu Pengetahuan dan Catatan Spionase

Syekh Nawawi Albantani Menolak Tunduk di Bawah Kolonial

Syekh Nawawi Albantani, Debu di Kaki Penuntut Ilmu

Jejak Serang Ibukota Residen Banten: Antara Saung Sawah dan Tepi Sungai

Ruang Hiburan di Serang

Jejak Bioskop di Serang (1): Dari Teater hingga Ruang Kosong

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Bupati Tidak Harus Anak Bangsawan

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Sekolah Subur, Serang Pusat Pendidikan

Next Post
Pelabuan Merak Mulai Dipadati Pemudik

Pelabuan Merak Mulai Dipadati Pemudik

Syekh Nawawi Albantani, Debu di Kaki Penuntut Ilmu

Syekh Nawawi Albantani, Debu di Kaki Penuntut Ilmu

Mau Lebaran, Walikota Cilegon Lantik Ratusan Pejabat

Mau Lebaran, Walikota Cilegon Lantik Ratusan Pejabat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 17:36
Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Kamis, 11 Juni 2026 17:23
Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Kamis, 11 Juni 2026 17:15
Disway

Disway Top Regional Leader Awards 2026, Mashudi: Apresiasi Kepala Daerah yang Kerja Baik dan Berdampak

Kamis, 11 Juni 2026 17:07
Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Kamis, 11 Juni 2026 17:06
Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 16:36
Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 17:36
Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Kamis, 11 Juni 2026 17:23
Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Kamis, 11 Juni 2026 17:15
Disway

Disway Top Regional Leader Awards 2026, Mashudi: Apresiasi Kepala Daerah yang Kerja Baik dan Berdampak

Kamis, 11 Juni 2026 17:07
Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Kamis, 11 Juni 2026 17:06
Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 16:36

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

by Bayu Mulyana
Kamis, 11 Juni 2026 17:36

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID - Siti Nurcahya tidak menyangka jika di usianya yang baru 33 tahun harus mengalami kondisi gawat darurat yang mengharuskan...

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

by Fahmi
Kamis, 11 Juni 2026 17:23

Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh Polda Banten.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak