slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Sekolah Subur, Serang Pusat Pendidikan

Aas Arbi by Aas Arbi
05-04-2019 23:12:35
in Sosial Budaya
Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Sekolah Subur, Serang Pusat Pendidikan

Siswa Normaal School foto bersama di halaman gedung sekolah, yang kini difungsikan sebagai Makorem 064/Maulana Yusuf. Normaal School diperuntukkan bagi siswa calon guru. Foto; Dok. KITLV.NL

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Bangunan kolonial itu kini dibangun digunakan sebagai Polres Serang. Juga di seberangnya yang digunakan sebagai Markas Korem 064/Maulana Yusuf Serang. Keduanya menjadi saksi potret pendidikan Serang di masa kolonial.

KEN SUPRIYONO – Serang

Baca Juga :

Syekh Nawawi Albantani, Guru Ulama Nusantara

Jejak Serang Ibukota Residen Banten: Antara Saung Sawah dan Tepi Sungai

Ruang Hiburan di Serang

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

Hujan turun tiba-tiba. Cuaca pun sekita teduh. Seteduh cerita pada tahun 1910. Masa ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan Opleidingen School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Jalan Ahmad Yani, Cipare, Kota Serang. Gedung tersebut kini difungsikan sebagai kantor Polres Serang

Pendirian OSVIA menjadi catatan penting. Menempatkan Serang sebagai kota pendidikan. Masa itu, hanya ada enam kota di Indonesia (dulu Hindia Belanda) yang mendirikan OSVIA. Yakni, Bandung, Magelang, Madiun, Blitar, Probolinggo, dan Serang.

“Sebelum berdiri OSVIA di Serang, anak-anak pejabat Banten mengirim anak-anaknya sekolah ini di Bandung,” kata Sejarawan Banten Mufti Ali kepada Radar Banten, kemarin.

OSVIA hanya satu dari beberapa sekolah di Kota Serang. Masa kolonial, Serang tercatat sebagai kota yang paling banyak berdiri sekolah. Mulai dari Europeesche Lagere School (ELS), Sekolah Desa, Hollandsch-Chineesche School (HCS), Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Sekolah Katolik Roma, Frobel School. Juga Normaal School, yang kini bangunannya dijadikan Markas Komando Resort Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf Serang.

Banyaknya sekolah itu tidak lepas dari kedudukan Serang sebagai Ibukota Keresidenan Banten. Masa ketika pemerintah kolonial berhasil menundukkan kekuasaan Kesultanan Banten secara penuh.

Menurut Mufti, pada masa kolonial, Kota Serang menjadi satu-satunya tempat yang paling ramai. Pada dokumen penulis buku Banten dan Pembaratan: Sejarah Sekolah 1833-1942 menyebut, lebih dari 200 orang Eropa dan ratusan orang Tionghoa. Belum lagi, orang-orang perantau dari Arab dan bangsa timur Asia lainnya. “Orang-orang Eropa itu umumnya para pejabat tinggi,” kata Mufti.

Kota Serang juga berstatus sebagai ibukota afdeeling Serang atau wilayah administratif setingkat Kabupaten. Karenanya, banyak juga tinggal keluarga pejabat pribumi. Mulai dari bupati, patih, jaksa, wedana, penghulu kepala, mantri guru, juru tulis, mantri polisi, hingga penilik.

Jauh sebelum OSVIA berdiri, Mufti memotret keberadaan sekolah khusus bangsa Eropa. Keberadaan sekolah itu tidak lepas adanya komite sekolah. Dari penggalian arsip di Belanda, Mufti menemukan besluit atau surat keputusan pergantian anggota komisi sekolah yang ditandatangani gubernur jenderal, tertanggal 18 Desember 1869.

ELS tercatat sebagai sekolah tertua di Banten. Anak-anak pribumi tidak diizinkan masuk sekolah itu. Bahkan di era 1900, ketika kebijakan politik etis diberlakukan Belanda, sekira 63 siswa yang tercatat, tidak ada satu pun warga pribumi. Anak-anak pribumi baru masuk pada 1925. Puncaknya pada 1934, di mana 60 persen siswanya berasal dari pribumi. “Meningkatnya pendaftaran dari siswa bumi putra menjadi warna tersendiri bagi sekolah ini,” kata Mufti.

Tidak hanya Serang, ELS di Banten juga berdiri di Rangkasbitung dan Tangerang.

Menurut Peneliti Banten Heritage Dadan Sujana, tumbuh suburnya sekolah di Serang tak lepas dari masa perpindahan pusat kekuasaan dari Banten Lama ke Serang. Serang yang semula ladang persawahan dijadikan pusat kekuasaan pada masa kepemimpinan Daendels.

“Kolonial harus bikin Kota Serang ini baru dan menghapuskan jejak kesultanan,” katanya.

Sebelum diberlakukannya politik etis, sekolah-sekolah kolonial sudah berdiri. Hanya saja, berlaku sangat diskriminatif. Sekolah dikategorikan sesuai dengan asal usulnya, ras, dan bangsa. “Makanya, ada ELS khusus Belanda, HCS untuk orang China, dan lainnya,” kata Dadan.

Banyaknya sekolah di Serang dinilai Dadan sebagai cikal bakal Serang sebagai kota pendidikan. Fakta sejarah itu bisa menjadi fondasi merumuskan kembali wajah pendidikan di Ibukota Banten.

Menurutnya, ada contoh orang seperti Husein Djajaningrat yang dinobatkan sebagai doktor pertama pribumi di Hindia Belanda. Juga Maria Ulfah sebagai sarjana hukum perempuan di Indonesia.

“Dengan akses pendidikan yang lebih mudah, mestinya tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah,” ujar penyunting buku Sejarah OSVIA di Serang itu.

Apalagi, mencerdaskan kehidupan berbangsa menjadi tujuan utama berdirinya republik Indonesia. “Saya berharap, ke depan tidak ada sekolah yang memungut biaya.Sepenuhnya biaya itu ditanggung oleh negara. Naif jika kita menyebut sebagai bangsa merdeka, tapi ada orangtua tidak menyekolahkan anak karena biaya,” pesannya. (Bagian I dari tiga tulisan/bersambung*)

Tags: feature
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

J&T Express Masuk Thailand

Next Post

Pelajaran Kuburan

Related Posts

Syekh Nawawi Albantani, Guru Ulama Nusantara
Sosial Budaya

Syekh Nawawi Albantani, Guru Ulama Nusantara

by Aas Arbi
Kamis, 30 Mei 2019 08:13

Nama agung tersemat pada sosok Syekh Nawawi Albantani. Ratusan ulama dilahirkan dari kedalaman pengetahuannya. Kitabnya pun dirujuk ulama seantero Nusantara...

Read moreDetails

Jejak Serang Ibukota Residen Banten: Antara Saung Sawah dan Tepi Sungai

Ruang Hiburan di Serang

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Bupati Tidak Harus Anak Bangsawan

Pauzal Bahri Pembuat Kaki Buatan yang Terinspirasi Tom and Jerry

Tebing Kampung Koja, Cocok buat Selfie dan Ngabuburit

Menelesurui Perjalanan Cheng Ho (1) : Kampung Cheng Ho Jadi Taman Nasional

Next Post
Pelajaran Kuburan

Pelajaran Kuburan

Juventus Bisa jadi Juara Pekan Ini, Syaratnya..

Juventus Bisa jadi Juara Pekan Ini, Syaratnya..

Aksi Pecah Kaca, Gaji Karyawan Rp400 Juta Raib

Aksi Pecah Kaca, Gaji Karyawan Rp400 Juta Raib

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama; Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama;Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Rabu, 22 April 2026 19:52
Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Rabu, 22 April 2026 19:19
Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Rabu, 22 April 2026 19:08
Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Rabu, 22 April 2026 19:02
Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Rabu, 22 April 2026 18:53
49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

Rabu, 22 April 2026 18:39
Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama; Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama;Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Rabu, 22 April 2026 19:52
Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Rabu, 22 April 2026 19:19
Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Rabu, 22 April 2026 19:08
Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Rabu, 22 April 2026 19:02
Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Rabu, 22 April 2026 18:53
49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

Rabu, 22 April 2026 18:39

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama; Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama;Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

by Agung S Pambudi
Rabu, 22 April 2026 19:52

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID—Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, menggelar kegiatan apel ikrar sebagai bentuk komitmen bersama...

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

by Adam Fadillah
Rabu, 22 April 2026 19:19

Potret kemiskinan di Kota Cilegon. Angkanya naik menjadi 157 ribu orang.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak