• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Sosial Budaya

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Sekolah Subur, Serang Pusat Pendidikan

Aas Arbi by Aas Arbi
Jumat, 5 April 2019 23:12
in Sosial Budaya
Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Sekolah Subur, Serang Pusat Pendidikan

Siswa Normaal School foto bersama di halaman gedung sekolah, yang kini difungsikan sebagai Makorem 064/Maulana Yusuf. Normaal School diperuntukkan bagi siswa calon guru. Foto; Dok. KITLV.NL

Bangunan kolonial itu kini dibangun digunakan sebagai Polres Serang. Juga di seberangnya yang digunakan sebagai Markas Korem 064/Maulana Yusuf Serang. Keduanya menjadi saksi potret pendidikan Serang di masa kolonial.

KEN SUPRIYONO – Serang

RelatedPosts

Hari Santri Nasional 2026 Banten

Diikuti 2.500 Peserta, Kemenag Banten Luncurkan Hari Santri 2026 Lewat Jalan Santai Sarungan

Senin, 19 Oktober 2026 09:31
Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat PTBI, Dorong Pelestarian Budaya Banten

Sabtu, 19 September 2026 08:51
Alfamart

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu, Jangkau 2.800 Penerima Manfaat

Jumat, 18 September 2026 14:00
Milad BAZNAS Kabupaten Serang

BAZNAS Kabupaten Serang Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 14:57

Hujan turun tiba-tiba. Cuaca pun sekita teduh. Seteduh cerita pada tahun 1910. Masa ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan Opleidingen School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Jalan Ahmad Yani, Cipare, Kota Serang. Gedung tersebut kini difungsikan sebagai kantor Polres Serang

Pendirian OSVIA menjadi catatan penting. Menempatkan Serang sebagai kota pendidikan. Masa itu, hanya ada enam kota di Indonesia (dulu Hindia Belanda) yang mendirikan OSVIA. Yakni, Bandung, Magelang, Madiun, Blitar, Probolinggo, dan Serang.

“Sebelum berdiri OSVIA di Serang, anak-anak pejabat Banten mengirim anak-anaknya sekolah ini di Bandung,” kata Sejarawan Banten Mufti Ali kepada Radar Banten, kemarin.

OSVIA hanya satu dari beberapa sekolah di Kota Serang. Masa kolonial, Serang tercatat sebagai kota yang paling banyak berdiri sekolah. Mulai dari Europeesche Lagere School (ELS), Sekolah Desa, Hollandsch-Chineesche School (HCS), Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Sekolah Katolik Roma, Frobel School. Juga Normaal School, yang kini bangunannya dijadikan Markas Komando Resort Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf Serang.

Banyaknya sekolah itu tidak lepas dari kedudukan Serang sebagai Ibukota Keresidenan Banten. Masa ketika pemerintah kolonial berhasil menundukkan kekuasaan Kesultanan Banten secara penuh.

Menurut Mufti, pada masa kolonial, Kota Serang menjadi satu-satunya tempat yang paling ramai. Pada dokumen penulis buku Banten dan Pembaratan: Sejarah Sekolah 1833-1942 menyebut, lebih dari 200 orang Eropa dan ratusan orang Tionghoa. Belum lagi, orang-orang perantau dari Arab dan bangsa timur Asia lainnya. “Orang-orang Eropa itu umumnya para pejabat tinggi,” kata Mufti.

Kota Serang juga berstatus sebagai ibukota afdeeling Serang atau wilayah administratif setingkat Kabupaten. Karenanya, banyak juga tinggal keluarga pejabat pribumi. Mulai dari bupati, patih, jaksa, wedana, penghulu kepala, mantri guru, juru tulis, mantri polisi, hingga penilik.

Jauh sebelum OSVIA berdiri, Mufti memotret keberadaan sekolah khusus bangsa Eropa. Keberadaan sekolah itu tidak lepas adanya komite sekolah. Dari penggalian arsip di Belanda, Mufti menemukan besluit atau surat keputusan pergantian anggota komisi sekolah yang ditandatangani gubernur jenderal, tertanggal 18 Desember 1869.

ELS tercatat sebagai sekolah tertua di Banten. Anak-anak pribumi tidak diizinkan masuk sekolah itu. Bahkan di era 1900, ketika kebijakan politik etis diberlakukan Belanda, sekira 63 siswa yang tercatat, tidak ada satu pun warga pribumi. Anak-anak pribumi baru masuk pada 1925. Puncaknya pada 1934, di mana 60 persen siswanya berasal dari pribumi. “Meningkatnya pendaftaran dari siswa bumi putra menjadi warna tersendiri bagi sekolah ini,” kata Mufti.

Tidak hanya Serang, ELS di Banten juga berdiri di Rangkasbitung dan Tangerang.

Menurut Peneliti Banten Heritage Dadan Sujana, tumbuh suburnya sekolah di Serang tak lepas dari masa perpindahan pusat kekuasaan dari Banten Lama ke Serang. Serang yang semula ladang persawahan dijadikan pusat kekuasaan pada masa kepemimpinan Daendels.

“Kolonial harus bikin Kota Serang ini baru dan menghapuskan jejak kesultanan,” katanya.

Sebelum diberlakukannya politik etis, sekolah-sekolah kolonial sudah berdiri. Hanya saja, berlaku sangat diskriminatif. Sekolah dikategorikan sesuai dengan asal usulnya, ras, dan bangsa. “Makanya, ada ELS khusus Belanda, HCS untuk orang China, dan lainnya,” kata Dadan.

Banyaknya sekolah di Serang dinilai Dadan sebagai cikal bakal Serang sebagai kota pendidikan. Fakta sejarah itu bisa menjadi fondasi merumuskan kembali wajah pendidikan di Ibukota Banten.

Menurutnya, ada contoh orang seperti Husein Djajaningrat yang dinobatkan sebagai doktor pertama pribumi di Hindia Belanda. Juga Maria Ulfah sebagai sarjana hukum perempuan di Indonesia.

“Dengan akses pendidikan yang lebih mudah, mestinya tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah,” ujar penyunting buku Sejarah OSVIA di Serang itu.

Apalagi, mencerdaskan kehidupan berbangsa menjadi tujuan utama berdirinya republik Indonesia. “Saya berharap, ke depan tidak ada sekolah yang memungut biaya.Sepenuhnya biaya itu ditanggung oleh negara. Naif jika kita menyebut sebagai bangsa merdeka, tapi ada orangtua tidak menyekolahkan anak karena biaya,” pesannya. (Bagian I dari tiga tulisan/bersambung*)

Tags: feature
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

J&T Express Masuk Thailand

Next Post

Pelajaran Kuburan

Next Post
Pelajaran Kuburan

Pelajaran Kuburan

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Selasa, 27 Oktober 2026 10:07
Polresta Tangerang

Polda Banten Tegaskan Kapolresta Tangerang Tidak Ditahan Mabes Polri

Senin, 26 Oktober 2026 15:42
Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Senin, 26 Oktober 2026 11:38
Operasi patuh maung 2026

Hari Pertama Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Sasar Jalan Dekat Puspemkab Tangerang

Senin, 26 Oktober 2026 17:47
Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026 Singkirkan Mbape, Yamal Hingga Messi

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026 Singkirkan Mbape, Yamal Hingga Messi

Selasa, 27 Oktober 2026 10:14
Subadri Ushuludin

Subadri Disorot, Kuasa Hukum PPP Banten Singgung Etika Usai Pemberhentian

Senin, 26 Oktober 2026 17:41
Operasi Patuh Maung

Polda Banten Mulai Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Ini Sasarannya

Senin, 26 Oktober 2026 14:35

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pengawasan MBLB

Cegah Kebocoran Pajak Tambang, Pemkab Serang Gandeng KSOP Kelas I Banten

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 27 Oktober 2026 19:02
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggandeng Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten untuk memperketat pengawasan...

UMK Tangsel 2027

UMK Tangsel 2027 Belum Jelas, Disnaker Tunggu Formula Penghitungan Upah Minimum Terbaru

by Syaiful Adha
Selasa, 27 Oktober 2026 18:57
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Besaran kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2027 belum dapat dipastikan. Dinas Ketenagakerjaan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.