slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Nyimas Gamparan, Panglima Perang Kesultanan Banten di Era Kolonial

Aas Arbi by Aas Arbi
12-06-2019 18:18:54
in Sosial Budaya
Nyimas Gamparan, Panglima Perang Kesultanan Banten di Era Kolonial
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Banten dikenal memiliki banyak pejuang yang menorehkan kisah heroik saat zaman penjajahan Belanda. Salah satunya Nyimas Gamparan atau Nyimas Gumparo yang terkenal dengan Perang Cikande Udik pada tahun 1836.

Tak banyak yang tahu jika di Kampung Kadukacapi, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, terdapat sebuah petilasan panglima perang era Kesultanan Banten. Kampung itu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Pulau Jawa seperti Palembang, Bengkulu, Lampung, Aceh, dan Riau pada waktu-waktu tertentu, seperti di momen libur Lebaran saat ini.

Baca Juga :

Mengenal Asal Usul Gelar Bangsawan Kesultanan Banten, ‘Tubagus’ Ternyata Punya Makna Ini

Babat Banten Ungkap Kelahiran Peradaban Islam di Tanah Jawara

Komunitas Menapak Banten Gelar Walking Tour Menjelajah Sejarah Banten

Enam Destinasi Sejarah di Kompleks Banten Lama, Kota Kuno Kerajaan Banten

Tak mudah memang menemukan lokasi petilasan Nyimas Gamparan. Jika dari arah Jalan Raya Palima-Cinangka (Palka), Desa Tanjungsari, di pinggir jalan sebelah kiri dari arah Serang, terdapat sebuah gang yang juga terpasang plang petunjuk arah menuju petilasan yang dibuat Pemkab Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

Dari gang di bahu jalan tersebut, dibutuhkan jarak tempuh sekira 500 meter hingga menemukan kantor Desa Tanjungsari. Dari kantor desa, terdapat jalan desa yang berbatu dengan jarak sekira tiga ratus meter ke lokasi petilasan. Perjalanan ke lokasi tersebut hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena kondisi jalan setapak berupa anak tangga yang rusak.

Jalan setapak dan anak tangga itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 1995. Dengan kontur jalan yang menanjak dan menurun.

Di lokasi petilasan, sebuah bangunan sekira 15×10 meter berdiri kokoh di tengah perkebunan. Itulah Petilasan Nyimas Gamparan yang sudah diresmikan menjadi cagar budaya oleh Dindikbud Kabupaten Serang.

Di dalam bangunan petilasan terdapat dua ruangan. Satu ruangan untuk para peziarah, satu ruangan lagi terdapat tempat yang tertutup kain kafan. Konon, di situlah posisi Nyimas Gamparan duduk saat menyebarkan syiar Islam kepada masyarakat.

“Waktu itu, Nyimas Gamparan juga meminta masyarakat untuk tidak percaya kepada Belanda, agar tidak mudah diadu domba,” kata Muhammad Ghozi, atau biasa disapa Abah Ghozi, sesepuh Desa Tanjungsari.

Selain petilasan, terdapat juga Sumur Ciwasiat yang terletak di bawah bangunan petilasan. Lokasinya dekat aliran sungai. Sumur berdiameter 30 sentimeter yang terbentuk di tengah bongkahan batu tersebut diyakini mampu memberikan karamah kepada siapa pun yang meminum, berwudu, ataupun mandi di sumur tersebut.

Konon, jika seseorang mengambil air dari Sumur Ciwasiat, tetapi kondisi air sedang surut, menandakan rezeki orang tersebut akan sulit. Sebaliknya, jika kondisi air penuh, rezeki orang yang mengambilnya akan melimpah.

“Banyak para peziarah yang membawa air sumur itu untuk kesembuhan penyakit atau kesuksesan hidup,” kata pria paruh baya itu.

Abah Ghozi menambahkan, Nyimas Gamparan juga meninggalkan peninggalan berupa alat musik gamelan berupa Gambang Caning dan Gong Suprayoga. Kedua peninggalan tersebut dahulunya digunakan Nyimas Gamparan untuk memanggil masyarakat agar berkumpul di kediamannya.

Menurut sejarawan Banten Mufti Ali, pasca dihapuskannya Kesultanan Banten pada 1813 di era Sultan Muhammad Syafiudin, keluarga Kesultanan Banten melakukan diaspora atau penyebaran ke berbagai wilayah di Indonesia. Istilah itu juga diartikan sebagai pembuangan Nyimas Gamparan ke luar Pulau Jawa. Nyimas Gamparan pun menyimpan dendam kepada Belanda atas peristiwa penghapusan Kesultanan Banten tersebut.

Pada 1836, Nyimas Gamparan kembali ke Banten dengan menyamar sebagai rakyat jelata. Secara diam-diam, ia memobilisasi massa untuk melawan Belanda. “Pemberontakan yang dipimpin Nyimas Gamparan ini jauh lebih dahsyat dan masif daripada pemberontakan Geger Cilegon pada 1888,” Mufti menjelaskan.

Perlawanan Nyimas Gamparan tersebut dikenal dengan Perjuangan Cikande Udik, karena lokasi episentrum pergerakannya di Kecamatan Cikande bagian timur, sangat merepotkan Belanda. Bahkan, seorang tuan tanah Belanda yang menguasai lahan yang terbentang dari Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, sampai Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, tewas terbunuh beserta keluarganya.

Karena ketidaksanggupan tentara kolonial menghadapi pasukan Nyimas Gamparan, Belanda kemudian memberlakukan politik pecah belah (devide et impera). Kala itu, Belanda memerintahkan seorang demang di Jasinga Bogor, Raden Tumenggung Kartanata Nagara, untuk menumpas Nyimas Gamparan dengan imbalan kekuasan di Rangkasbitung.

“Raden Tumenggung Kartanata Nagara berhasil menjalankan misi dari kolonial tersebut,” kata Mufti. (Haidar)

Tags: Sejarah Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Satpol PP Lebak Tertibkan Puluhan PKL

Next Post

Lelang Jabatan di Pemprov Banten Diperpanjang

Related Posts

Kesultanan Banten
Khasanah

Mengenal Asal Usul Gelar Bangsawan Kesultanan Banten, ‘Tubagus’ Ternyata Punya Makna Ini

by Moch. Madani Prasetia
Selasa, 14 Oktober 2025 07:09

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gelar kebangsawanan di Nusantara termasuk Kesultanan Banten bukan sekadar simbol status sosial, melainkan juga bagian dari sistem...

Read moreDetails

Babat Banten Ungkap Kelahiran Peradaban Islam di Tanah Jawara

Komunitas Menapak Banten Gelar Walking Tour Menjelajah Sejarah Banten

Enam Destinasi Sejarah di Kompleks Banten Lama, Kota Kuno Kerajaan Banten

Bukan Cuma Pantai, Ini 7 Destinasi Religi dan Sejarah di Banten yang Sarat Makna dan Identitas

Seru Banget, Gubernur Banten Andra Soni Asuh Anak-anak Keliling Gedung Negara

Segarnya Mata Air Sindangmandi, Dekat Makam Keramat Ranggalawe

Kisah Maulana Hasanuddin di Watu Gilang: Bertapa Sampai Batu Terangkat

PWI Banten Dukung Penyebarluasan Informasi Melalui Kerja Sama dengan Korem 064/Maulana Yusuf

Air Sumur Siti Guru di Pandeglang, Konon Mujarab Buat Awet Muda

Next Post
Lelang Jabatan di Pemprov Banten Diperpanjang

Lelang Jabatan di Pemprov Banten Diperpanjang

Demo Hamil

Demo Hamil

Tabrak Lari, Warga Pandeglang Tewas

Tabrak Lari, Warga Pandeglang Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pemkot Serang Bakal Bangun Fasilitas Cath Lab dan CT Scan di RSUD Kota Serang

Pemkot Serang Bakal Bangun Fasilitas Cath Lab dan CT Scan di RSUD Kota Serang

Rabu, 20 Mei 2026 10:40
Dukung Evaluasi Kinerja PPPK, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten: Harus Profesional dan Disiplin

Dukung Evaluasi Kinerja PPPK, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten: Harus Profesional dan Disiplin

Rabu, 20 Mei 2026 10:34
Komplotan Pembobol Rumah di Cipondoh Ditangkap, Barang Curian Dijual Murah

Komplotan Pembobol Rumah di Cipondoh Ditangkap, Barang Curian Dijual Murah

Rabu, 20 Mei 2026 10:25
Pelaku Curanmor Bersenpi Bergulat dengan Polisi

Pelaku Curanmor Bersenpi Bergulat dengan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 10:17
Target Produksi Padi di Pandeglang: 817 Ribu Ton, Benih Genjah jadi Andalan

Target Produksi Padi di Pandeglang: 817 Ribu Ton, Benih Genjah jadi Andalan

Rabu, 20 Mei 2026 09:51
Kasatlantas Polres Pandeglang: Jalan Nasional Titik Rawan Kecelakaan

Kasatlantas Polres Pandeglang: Jalan Nasional Titik Rawan Kecelakaan

Rabu, 20 Mei 2026 09:17
Pemkot Serang Bakal Bangun Fasilitas Cath Lab dan CT Scan di RSUD Kota Serang

Pemkot Serang Bakal Bangun Fasilitas Cath Lab dan CT Scan di RSUD Kota Serang

Rabu, 20 Mei 2026 10:40
Dukung Evaluasi Kinerja PPPK, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten: Harus Profesional dan Disiplin

Dukung Evaluasi Kinerja PPPK, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten: Harus Profesional dan Disiplin

Rabu, 20 Mei 2026 10:34
Komplotan Pembobol Rumah di Cipondoh Ditangkap, Barang Curian Dijual Murah

Komplotan Pembobol Rumah di Cipondoh Ditangkap, Barang Curian Dijual Murah

Rabu, 20 Mei 2026 10:25
Pelaku Curanmor Bersenpi Bergulat dengan Polisi

Pelaku Curanmor Bersenpi Bergulat dengan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 10:17
Target Produksi Padi di Pandeglang: 817 Ribu Ton, Benih Genjah jadi Andalan

Target Produksi Padi di Pandeglang: 817 Ribu Ton, Benih Genjah jadi Andalan

Rabu, 20 Mei 2026 09:51
Kasatlantas Polres Pandeglang: Jalan Nasional Titik Rawan Kecelakaan

Kasatlantas Polres Pandeglang: Jalan Nasional Titik Rawan Kecelakaan

Rabu, 20 Mei 2026 09:17

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemkot Serang Bakal Bangun Fasilitas Cath Lab dan CT Scan di RSUD Kota Serang

Pemkot Serang Bakal Bangun Fasilitas Cath Lab dan CT Scan di RSUD Kota Serang

by Agus Priwandono
Rabu, 20 Mei 2026 10:40

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan rencana pembangunan Cath Lab dan CT Scan di RSUD Kota Serang. (Foto: Nahrul Muhilmi)

Dukung Evaluasi Kinerja PPPK, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten: Harus Profesional dan Disiplin

Dukung Evaluasi Kinerja PPPK, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten: Harus Profesional dan Disiplin

by Yusuf Permana
Rabu, 20 Mei 2026 10:34

Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten, M Faisal, mendukung evaluasi kinerja PPPK. (Foto: Yusuf)

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak