• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Sosial Budaya

Nyimas Gamparan, Panglima Perang Kesultanan Banten di Era Kolonial

Aas Arbi by Aas Arbi
Kamis, 13 Juni 2019 08:23
in Sosial Budaya
Nyimas Gamparan, Panglima Perang Kesultanan Banten di Era Kolonial

Banten dikenal memiliki banyak pejuang yang menorehkan kisah heroik saat zaman penjajahan Belanda. Salah satunya Nyimas Gamparan atau Nyimas Gumparo yang terkenal dengan Perang Cikande Udik pada tahun 1836.

Tak banyak yang tahu jika di Kampung Kadukacapi, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, terdapat sebuah petilasan panglima perang era Kesultanan Banten. Kampung itu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Pulau Jawa seperti Palembang, Bengkulu, Lampung, Aceh, dan Riau pada waktu-waktu tertentu, seperti di momen libur Lebaran saat ini.

RelatedPosts

Hari Santri Nasional 2026 Banten

Diikuti 2.500 Peserta, Kemenag Banten Luncurkan Hari Santri 2026 Lewat Jalan Santai Sarungan

Senin, 19 Oktober 2026 09:31
Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat PTBI, Dorong Pelestarian Budaya Banten

Sabtu, 19 September 2026 08:51
Alfamart

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu, Jangkau 2.800 Penerima Manfaat

Jumat, 18 September 2026 14:00
Milad BAZNAS Kabupaten Serang

BAZNAS Kabupaten Serang Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 14:57

Tak mudah memang menemukan lokasi petilasan Nyimas Gamparan. Jika dari arah Jalan Raya Palima-Cinangka (Palka), Desa Tanjungsari, di pinggir jalan sebelah kiri dari arah Serang, terdapat sebuah gang yang juga terpasang plang petunjuk arah menuju petilasan yang dibuat Pemkab Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

Dari gang di bahu jalan tersebut, dibutuhkan jarak tempuh sekira 500 meter hingga menemukan kantor Desa Tanjungsari. Dari kantor desa, terdapat jalan desa yang berbatu dengan jarak sekira tiga ratus meter ke lokasi petilasan. Perjalanan ke lokasi tersebut hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena kondisi jalan setapak berupa anak tangga yang rusak.

Jalan setapak dan anak tangga itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 1995. Dengan kontur jalan yang menanjak dan menurun.

Di lokasi petilasan, sebuah bangunan sekira 15×10 meter berdiri kokoh di tengah perkebunan. Itulah Petilasan Nyimas Gamparan yang sudah diresmikan menjadi cagar budaya oleh Dindikbud Kabupaten Serang.

Di dalam bangunan petilasan terdapat dua ruangan. Satu ruangan untuk para peziarah, satu ruangan lagi terdapat tempat yang tertutup kain kafan. Konon, di situlah posisi Nyimas Gamparan duduk saat menyebarkan syiar Islam kepada masyarakat.

“Waktu itu, Nyimas Gamparan juga meminta masyarakat untuk tidak percaya kepada Belanda, agar tidak mudah diadu domba,” kata Muhammad Ghozi, atau biasa disapa Abah Ghozi, sesepuh Desa Tanjungsari.

Selain petilasan, terdapat juga Sumur Ciwasiat yang terletak di bawah bangunan petilasan. Lokasinya dekat aliran sungai. Sumur berdiameter 30 sentimeter yang terbentuk di tengah bongkahan batu tersebut diyakini mampu memberikan karamah kepada siapa pun yang meminum, berwudu, ataupun mandi di sumur tersebut.

Konon, jika seseorang mengambil air dari Sumur Ciwasiat, tetapi kondisi air sedang surut, menandakan rezeki orang tersebut akan sulit. Sebaliknya, jika kondisi air penuh, rezeki orang yang mengambilnya akan melimpah.

“Banyak para peziarah yang membawa air sumur itu untuk kesembuhan penyakit atau kesuksesan hidup,” kata pria paruh baya itu.

Abah Ghozi menambahkan, Nyimas Gamparan juga meninggalkan peninggalan berupa alat musik gamelan berupa Gambang Caning dan Gong Suprayoga. Kedua peninggalan tersebut dahulunya digunakan Nyimas Gamparan untuk memanggil masyarakat agar berkumpul di kediamannya.

Menurut sejarawan Banten Mufti Ali, pasca dihapuskannya Kesultanan Banten pada 1813 di era Sultan Muhammad Syafiudin, keluarga Kesultanan Banten melakukan diaspora atau penyebaran ke berbagai wilayah di Indonesia. Istilah itu juga diartikan sebagai pembuangan Nyimas Gamparan ke luar Pulau Jawa. Nyimas Gamparan pun menyimpan dendam kepada Belanda atas peristiwa penghapusan Kesultanan Banten tersebut.

Pada 1836, Nyimas Gamparan kembali ke Banten dengan menyamar sebagai rakyat jelata. Secara diam-diam, ia memobilisasi massa untuk melawan Belanda. “Pemberontakan yang dipimpin Nyimas Gamparan ini jauh lebih dahsyat dan masif daripada pemberontakan Geger Cilegon pada 1888,” Mufti menjelaskan.

Perlawanan Nyimas Gamparan tersebut dikenal dengan Perjuangan Cikande Udik, karena lokasi episentrum pergerakannya di Kecamatan Cikande bagian timur, sangat merepotkan Belanda. Bahkan, seorang tuan tanah Belanda yang menguasai lahan yang terbentang dari Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, sampai Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, tewas terbunuh beserta keluarganya.

Karena ketidaksanggupan tentara kolonial menghadapi pasukan Nyimas Gamparan, Belanda kemudian memberlakukan politik pecah belah (devide et impera). Kala itu, Belanda memerintahkan seorang demang di Jasinga Bogor, Raden Tumenggung Kartanata Nagara, untuk menumpas Nyimas Gamparan dengan imbalan kekuasan di Rangkasbitung.

“Raden Tumenggung Kartanata Nagara berhasil menjalankan misi dari kolonial tersebut,” kata Mufti. (Haidar)

Tags: Sejarah Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Satpol PP Lebak Tertibkan Puluhan PKL

Next Post

Lelang Jabatan di Pemprov Banten Diperpanjang

Next Post
Lelang Jabatan di Pemprov Banten Diperpanjang

Lelang Jabatan di Pemprov Banten Diperpanjang

Kejati Banten

Tiga Kejari di Banten Usut Dugaan Korupsi PKBM, Kajati: Sudah Penyidikan

Senin, 2 November 2026 12:49
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Pemkot Cilegon Seleksi 13 ASN untuk Mengisi Jabatan Kepala BKPSDM

Senin, 2 November 2026 11:52
Bendungan Karet Cibanten

Dukungan Presiden Prabowo dan Gubernur, Budi Rustandi Kawal Perbaikan Bendungan Karet Cibanten

Senin, 2 November 2026 18:32
KADIN Banten

Enam Ketua KADIN Daerah Boikot Musprov ke-7 Banten, Desak Transparansi Dana

Selasa, 3 November 2026 11:12
Kejari Pandeglang sita aset Rp7,5 miliar.

Kejar Aset hingga Bandung, Kejari Pandeglang Sita Harta Koruptor Rp7,5 Miliar

Senin, 2 November 2026 12:27
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Besok, Pemkot Cilegon Mulai Proses Rotasi Mutasi untuk Isi Tujuh Jabatan Eselon II

Minggu, 1 November 2026 13:45
PHK pekerja PT PWI 6

PWI 6 PHK 1.100 Pekerja, Anggota DPRD Banten: Usut Dugaan Gangguan Perusahaan

Senin, 2 November 2026 17:43

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

BRI Gading Serpong

BRI Gading Serpong Dorong Peran UMKM dan AgenBRILink Gerakkan Ekonomi Masyarakat

by Syaiful Adha
Selasa, 3 November 2026 20:27
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang (Kanca) Gading Serpong terus memperkuat perannya dalam...

Produk Ekspor UMKM Kabupaten Serang

Susul Tembakau Talas Beneng dan Emping, Diskoumperindag Dorong Kopi dan Batik Kaserangan Tembus Pasar Ekspor

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 3 November 2026 20:20
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang mendorong dua produk unggulan daerah, yakni kopi dan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.