SERANG – Walikota Serang Syafrudin memantau pelaksanaan penulisan makalah seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Pemkot Serang di Hotel Ledian, Kota Serang, Kamis (20/6).
Dia berdalih pemantauan untuk memastikan semua calon pejabat eselon II serius mengikuti tahapan open bidding atau lelang jabatan. Syafrudin datang ke lokasi yang dipilih panitia seleksi (Pansel) sekira pukul 13.00 WIB.
Sekira 30 menit, Syafrudin menyaksikan langsung calon-calon kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menuliskan pikirannya ke dalam makalah. Dirinya juga sempat masuk ke dalam ruangan. Meski tak berbicara apa pun, dirinya bersama Ketua Pansel Syahbandar menyempatkan diri duduk di dalam ruangan dengan menghadap langsung kepada peserta.
Sebelum meninggalkan lokasi, Syafrudin mengaku datang ke lokasi untuk melihat langsung proses penulisan makalah. “Saya ke sini (lokasi penulisan makalah-red) memantau yang ikut open bidding yang kemarin sudah asesmen di Bandung. Tujuannya saya ingin memantau keseriusan peserta,” katanya.
Dirinya memastikan pelaksanaan open bidding berjalan secara terbuka. Pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada pihak pansel selaku tim independen proses lelang jabatan. “Open bidding ini fair, dilaksanakan oleh (Pansel) Pemkot Serang ini tidak ada unsur apa-apa. Tidak ada titipan dan yang lain, kita laksanakan fair,” kata pria yang mengawali karirnya sebagai birokrat ini.
Pria kelahiran 9 Januari 1963 ini berharap peserta open bidding mengikuti semua tahapan secara serius. “Tidak ada, saya tidak punya jagoan. Semuanya jagoan,” katanya berseloroh.
Pelaksanaan open bidding yang terbuka, ucap Syafrudin, diharapkan bisa menemukan pejabat yang dapat menjalankan roda pemerintahan berdasarkan kualifikasi kompetensinya. “Jadi sesuai kompetensi sehingga saat beliau-beliau jadi eselon II, bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik,” katanya.
Dia mengungkapkan, peserta open bidding tidak hanya dari lingkungan Pemkot Serang. Ada peserta dari lingkungan Pemprov Banten, Pemkab Serang, dan Pemkot Cilegon.
Pelaksanaan tersebut untuk memenuhi kekosongan 11 OPD yang ada di lingkungan Pemkot Serang. Di antaranya Satpol PP, Dinkes, Dindik, Kominfo, dan Perkim. “Semuanya butuh, tapi ada yang prioritas di OPD yang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat yang utamanya Dindik, Dinkes, dan Perkim karena itu kaitannya dengan pembangunan untuk masyarakat
kota,” ujar Syafrudin.
Ketua Pansel Open Bidding Syahbandar mengatakan, ada sebanyak 52 pesera yang mengikuti. Semestinya dari seleksi administrasi ada 54 orang lolos dari 60 pendaftar. “Dua orang mengundurkan diri karena satu umrah dan satunya lagi memilih sidang doktoralnya,” kata Syahbandar.
Penulisan makalah, ucap Syahbandar, kelanjutan dari asesmen yang dilaksanakan pada Senin-Rabu (17-18/6) lalu di Bandung. Berbeda dengan penulisan makalah sebelumnya, kali ini peserta harus menulis makalah di hadapan Pansel secara langsung. “Kalau mereka sudah mendaftar dan siap pasti tidak sulit,” katanya.
Kata dia, masing-masing peserta diberi waktu selama dua jam setengah untuk menuliskan strategi pemerintahan jika dirinya diberi amanah sebagai kepala OPD. Setidaknya ada delapan halaman dengan tulis tangan. “Selanjutnya tahap wawancara. Baru kita umumkan hadilnya,” kata Syahbandar. (Ken Supriyono)









