CILEGON – Sebanyak 40 anggota DPRD Kota Cilegon terpilih dilantik, Rabu (4/9). Sejumlah warga dan tokoh masyarakat pun memberi saran dan harapan kepada DPRD Cilegon periode 2019-2024.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon Hifdullah meminta, selama lima tahun ke depan, anggota DPRD Kota Cilegon harus berani bersikap tegas terhadap segala hal yang merugikan serta menyengsarakan masyarakat.
“Sekarang ini, Dewan harus mampu mengontrol, mampu memberikan kritik yang maksimal untuk Pemerintah Kota Cilegon. Mengedepankan kepentingan publik, jangan lemah, harus tegas, kritik yang tegas,” ujar Hifdullah kepada Radar Banten, Selasa (3/9).
Selain mengkritik dan memberi masukan atas kebijakan pemerintah, sikap tegas pun harus ditunjukkan dengan melakukan sidak ke kantor pemerintahan dari tingkat kelurahan hingga pemerintah kota. Sidak itu untuk memastikan seperti apa bentuk pelayanan pemerintah terhadap masyarakat selama ini.
“Sebagai anggota legislatif yang mempunyai fungsi kontrol, anggota Dewan harus bisa memastikan jika pemerintah telah bekerja dengan baik dan sesuai dengan koridor yang berlaku,” katanya.
Kemudian, anggota legislatif pun harus berani bersikap tegas terhadap keberadaan tempat hiburan malam yang tidak mempunyai izin serta menjalankan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan syariat agama dan melanggar aturan. “Anggota Dewan karena menjadi publik figur harus menjadi contoh yang baik bagi konstituen,” tuturnya.
Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon Sayuti Ali pun mengutarakan hal senada dengan Hifdullah. Menurutnya, Kota Cilegon merupakan daerah yang telah berkembang. Fungsi kontrol yang melekat di DPRD harus berjalan baik.
Pembangunan di berbagai sektor, seperti kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan harus bisa dikontrol oleh anggota DPRD. Para anggota legislatif harus bisa menjadi penyeimbang bagi eksekutif yang melaksanakan program pembangunan. “Anggota Dewan dituntut harus inovatif, jangan sekadar asal masuk,” ujarnya.
Ia melanjutkan, saat ini, Kota Cilegon sedang menghadapi permasalahan sosial kemasyarakatan yang serius. Misalnya, peredaran narkoba yang semakin marak dan banyaknya tempat hiburan malam di Kota Cilegon.
“Harus banyak duduk bersama. MUI sebagai mitra pemerintah siap. Intinya, jangan lemah, harus tegas menyikapi masalah-masalah yang ada. Insya Allah kalau semua bersinergi Cilegon akan kondusif,” paparnya.
Walikota Cilegon Edi Ariadi pun berharap agar anggota DPRD Kota Cilegon yang baru bisa membantu pemerintah dalam menyelesaikan segala persoalan serta program pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Sebagai kepala daerah, ia pun berharap ada kritik membangun dari anggota DPRD Kota Cilegon yang baru nanti. “Kritik kan sebagai pengingat bagi pemerintah, jadi tetap harus,” ujarnya. (bam-ibm/ira)










