LEBAK – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Multatuli Lebak telah mengoperasikan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kecamatan Cijaku dalam sebulan ini. Kapasitas pengolahan air bersih sarana tersebut mencapai 20 liter per detik, yang mampu melayani kebutuhan air untuk dua ribu pelanggan yang berada di kecamatan tersebut.
“Ya, saat ini SPAM Cijaku telah beroperasi sejak beberapa bulan terakhir. Saat ini sudah melayani 600 pelanggan. Kita targetkan hingga akhir tahun ini, pelanggan di Cijaku mencapai seribu pelanggan,” kata Direktur PDAM Tirta Multatuli Lebak Oya Masri, Jumat (6/9).
Oya berharap, dengan rampungnya pembangunan sarana tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Cijaku semakin terlayani. “Kami akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.
Oya menjelaskan, untuk menutupi kebutuhan air bersih warga di seluruh wilayah Lebak tentu harus menggandeng pihak swasta. “Saat ini telah ada beberapa perusahaan yang mengajukan tawaran kerja sama dalam penyediaan air bersih di Lebak,” ungkapnya.
Oya mengungkapkan, saat ini PDAM Lebak telah mempunyai 16 unit SPAM yang melayani kebutuhan air bersih bagi 38 ribu lebih pelanggan aktif yang tersebar di 18 kecamatan di Lebak.
“Kami berharap, ke depan nantinya cakupan PDAM Lebak akan mampu mencakup warga di 28 kecamatan di Lebak,” katanya.
Kabag Keuangan PDAM Tirta Multatuli Lebak Isman Komara mengatakan, tahun ini perusahaannya menargetkan jumlah pelanggan aktif sebanyak 40 ribu sambungan rumah (SR). “Saat ini pelanggan aktif PDAM baru mencapai 38 ribu pelanggan, dan angka ini akan meningkat setelah SPAM Cijaku dioperasikan,” katanya. (nce/zis)









