CILEGON – Sejak menjabat sebagai wakil walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati begitu rajin menghadiri acara yang digelar masyarakat maupun kegiatan aparatur yang diselenggarakan di kecamatan dan kelurahan. Terlebih pada September ini, Ati semakin getol datang ke simpul-simpul masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari protokoler Pemkot Cilegon, sejak 1-21 September, Ati tercatat sudah 15 kali menghadiri acara warga. Bahkan, pekan lalu, putri sulung Tb Aat Syafaat itu tercatat enam kali melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat. Mulai dari kegiatan olahraga bersama, ceramah agama, hingga meresmikan madrasah.
Pantauan Radar Banten, di sejumlah kegiatan, gimik yang bernada mempromosikan Ati sebagai calon walikota Cilegon memang sering muncul. Misalnya, pada acara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) bersama Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) di ruang terbuka hijau Kecamatan Cilegon, Sabtu (21/9).
Dalam kesempatan itu, Camat Cilegon Idad Zaldad tak segan menyisipi yel-yel dengan menyebut Ati sebagai calon walikota. “Hidup Ibu Ati Ketua Formi, Hidup Ibu Ati Wakil Walikota Cilegon, Hidup Ibu Ati calon walikota Cilegon,” ujar Idad menggunakan pengeras suara. Pekikan Idad pun disambut riuh hingga warga membalas teriakan “Hidup,”.
Kemudian, di kesempatan lain, saat meresmikan MDTA Al-Khairiyah Purwakarta, Ati menceritakan insiden di mana ia dipanggil walikota saat menghadiri acara tablig akbar Yayasan Yatim SUY Al-Kahfi di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, pada Jumat (20/9) malam. Cerita itu ia sambung dengan permohonan doa agar bisa melanjutkan perjuangan ayahnya Tb Aat Syafaat dan adiknya Tb Iman Ariyadi dalam membangun Kota Cilegon.
Kepada wartawan Ati menampik jika kegiatannya selama ini bagian dari sosialisasi dirinya sebagai bakal calon walikota pada Pilkada 2020 mendatang. Menurut Ati, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai wakil walikota Cilegon.
“Ibu sebagai pejabat publik pendamping Pak Wali (Edi Ariadi). Kalau Ibu hadir di tengah-tengah masyarakat itu tugas. Seharusnya pejabat lain juga hadir kalau diminta masyarakat,” ujar Ati, Sabtu (21/9).
Menurut Ati, kalaupun ada pihak-pihak tertentu yang memaknai agendanya bermuatan politik, mantan kepala Bappeda Kota Cilegon itu tidak mempersoalkannya. “Silakan saja mau memaknai apa,” ujarnya.
Soal adanya gimik-gimik yang seolah-olah mempromosikannya sebagai calon walikota, Ati menilai hal tersebut sebagai ekspresi keinginan masyarakat agar dirinya maju pada pilkada.
Sementara itu, akademisi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Syaeful Bahri menilai, apa yang dilakukan Ati merupakan hal yang wajar dilakukan oleh pejabat publik. Sejak dilantik sebagai wakil walikota, kegiatan Ati di masyarakat memang sangat menonjol, dan dari segi politik, menurutnya, Ati melakukan hal yang tepat. “Justru saya nilai Bu Ati tepat memanfaatkan sisa waktu yang tinggal beberapa saat lagi,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh akademisi Untirta Leo Agustino. Menurutnya, dari sisi pemerintahan, apa yang dilakukan Ati merupakan bagian dari tugas kepala daerah dalam melayani publik. Terlebih Ati sudah santer disebut akan maju sebagai salah satu calon kepala daerah.
“Dalam konteks yang lain, ada orang yang mengelu-elukan maju di pilkada, itu karena sinyalnya kuat dari Beliau sendiri memberikan tanda dia akan maju,” ujarnya.
Namun, Leo mengingatkan kepada Ati untuk berhati-hati saat menjalankan tugas sebagai wakil walikota. Ia mewanti-wanti agar mantan birokrat tersebut untuk tidak melanggar etik dengan menjadikan kegiatan pemerintah sebagai bagian dari upaya politik. (bam-ibm/ira)








