LEBAK – Bupati Iti Octavia Jayabaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi bahaya laten narkoba, serta menjauhi tindakan radikalisme. Menurutnya, sikap itu penting dilakukan, guna terwujudnya peradaban yang mulia di Kabupaten Lebak tanpa narkoba dan perilaku seks bebas. Dia mengatakan, julukan Kabupaten Lebak sebagai kota dan seribu madrasah, juga salah satu upaya untuk membentuk ahlak dan karakter generasi manusia handal.
“Kami juga tak henti hentinya menyerukan jauhi narkoba, jauhi seks bebas dan jauhi radikalisme. Tentunya, songsong masa depan dengan memiliki akhlakul karimah, dan mari menjaga kondusifitas untuk keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Lebak,” kata Iti usai memperingati maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemkab Lebak di Masjid Agung Al Araaf Rangkasbitung, Kamis (14/11).
Menurut Iti, seiiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini, pergeseran norma agama dan kesusilaan mulai dirasakan. Terbukti, dengan timbulnya berbagai permasalahan yang komplek di tengah masyarakat. “Karena itu, penanaman akidah, ibadah dan akhlak sejak dini sangat menentukan karekter manusia ke depannya. Insya allah dengan penanaman akidah sejak dini generasi muda Lebak mendatang akan semakin baik,” kata Iti.
Menurutnya, Pemkab Lebak terus melakukan pemantauan, iklim belajar dan mengaji. Hal itu dibuktikan dengan dikeluarkannya Perda Nomor 2 tahun 2010 pasal 76 ayat 2 poin d, tentang imbauan tidak menggunakan televisi atau radio jam 18.00-20.00 WIB serta diperkuat dengan Perbup Nomor 4 tahun 2013 tentang Gerakan Magrib Mengaji.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak Pupu Mahpudin, setuju dengan langkah-langkah yang diambil oleh Pemkab Lebak. Namun kata dia, agar implementasi kedua Perda yang mengatur Magrib Mengaji dan imbauan tidak menggunakan televisi atau radio jam 18.00-20.00 WIB efektif, diperlukan pemantuan menggunakan tenaga aparat penegak Perda yaitu Satpol PP dibantu oleh Muspika dan anggota MUI. “Sebenarnya kami dari MUI terus melakukan sosialisasi mengenai kedua Perda itu. Namun memang hasilnya masih belum sesuai harapan,“ kata pengasuh Ponpes Darussaadah Cimarga ini. (nce/zis)










