ANYAR – Tanaman hias di dalam pot menghiasi jalan kampung di lingkungan RW 03, Kampung Ciruntengirang. Jumlahnya cukup banyak. Jalan-jalan di salah satu kampung di Desa Bandulu, Kecamatan Anyar itu dihias dengan cat warna-warni.
Tim 6 juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang mendapatinya ketika melakukan penilaian tahap kedua, Rabu (4/12). Tanaman hias dan lis menggunakan cat beberapa warna itu menghiasi jalan kampung sepanjang 200 meter. Jumlah tanaman lebih banyak dibandingkan pada saat penilaian tahap pertama.
Anggota tim 6 perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Dendi Supriyadi menilai, warga Kampung Ciruntengirang sudah banyak melakukan perubahan pada lingkungannya. “Waktu penilaian tahap pertama masih ditemukan sampah plastik. Tapi sekarang (kemarin-red), semuanya sudah bersih dan berwarna,” katanya kepada Radar Banten.
Menurut Dendi, lingkungan Ciruntengirang semakin bersih. Itu artinya, kesadaran warganya akan budaya hidup bersih mulai tumbuh. Apalagi, suasana asri perkampungan itu terasa karena tanaman yang memenuhi jalan kampung.
“Selain bersih-bersih, warga juga menghias lingkungan dengan pot tanaman,” ujarnya.
Pengecatan jalan kampung juga membuat Ciruntengirang lebih semarak. Hiasan berupa lis dan gambar tokoh kartun tidak hanya dilakukan warga di sepanjang jalan utama kampung. Tetapi, juga di jalan gang. “Semuanya sudah rapi dan dicat,” tutur Dendi.
Hasil penataan Ciruntengirang itu tidak sejalan dengan keamanan lingkungannya. Menurut anggota tim 6 dari Polda Banten Kompol Asep Efendi, Ciruntengirang belum bisa memenuhi semua komponen penilaian kampung aman. “(Pos ronda-red) masih belum tersedia borgol, pentungan, karung goni sebagai alat pemadam sederhana, dan nomor darurat,” ungkapnya.
Menanggapi itu, Ketua RW 03, Kampung Ciruntengirang, Saluri mengaku belum sempat melengkapi peralatan keamanan di pos ronda. “Tapi, setiap malam, pemuda mah aktif ronda,” katanya. (mg06/don/ira)









