RANGKASBITUNG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak menjadi intansi pertama di kota Multatuli yang menggunakan scan barkode sertifikat vaksin covid-19. Masyarakat yang akan masuk atau berkunjung ke korp Adhyaksa di Lebak mesti dapat menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi.
Melalui aplikasi tersebut, petugas Kejari Lebak akan mengetahui seseorang telah divaksin atau belum, yaitu ketika pengunjung akan masuk mereka melakukan scan barcode di pintu masuk.
“Ini bagian ikhtiar kita agar kasus Corona di Lebak terus landai dan bagian agar masyarakat mau bersedia di vaksin. Tamu yang datang juga aja harus ambil antrian di mesin antrian yang telah kita siapkan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebak ST Hapsari kepada Radar Banten, kemarin.
Kata dia, screneng dilingkungan Kejari Lebak terhadap kasus Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya masyarakat yang masuk ke Kejari Lebak sudah di vaksin dan negatif Covid-19.
“Bila belum divaksin maka tidak dapat masuk dulu atau mengurus keperluan di kejari. Bila sudah divaksin bisa masuk dan dapat dilayani,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun Kabupaten Lebak masuk dalam PPKM level 2 lantaran kasus Covid-19 terus landai. Namun, tidak boleh abai akan protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak aman dan menjauhi kerumunan.
“Tentunya, vaksinasi Covid juga. Karena dengan vaksin setidaknya dapat menambah kekebalan tubuh manusia. Kita akan terus berupaya membantu pemerintah daerah agar Prokes Covid-19 dan vaksinasi terus dilaksnakan. Masyarakat tidak perlu khawatir dan takut disuntik vaksin,” kata mantan koordinator Kejari DKI Jakarta ini.
Sementara itu Jubir Satgas Covid Kabupaten Lebak Firman Rahmatumlah mengatakan, Kejari Lebak menjadi dinas atau instansi pertama di Lebak yang menerapkan scan barkode sertifikat vaksin covid-19.
“Kejari Lebak menjadi intansi pertama. Saya harapkan ke yang lain juga ikut seperti kejari Lebak termasuk di Pemkab Lebak dan Dinkes,” katanya.
Kata dia, Kejari Lebak dalam hal barkode mesti menjadi percontohan bagi semua intanai maupjn mall di Lebak.
“Harus menjadi percontohan baik untuk di lingkungan Rabinsa mall harus pakai screen barkot. Bahkan dari screneng. Sehingga ketika di scen seperti itu otomatis mau tidak mau masyarakat yang mau kesitu masyarakat mau divaksin,” ujarnya.(nce)











