SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, semakin gencar melakukan monitoring protokol kesehatan (prokes) di delapan kabupaten/kota sepanjang September 2021.
Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus baru Covid-19, lantaran masyarakat Banten mulai kendor menerapkan prokes jelang perayaan HUT Provinsi Banten ke-21.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana, pihaknya melalui Satgas BPBD meningkatkan kegiatan monitoring prokes di sejumlah tempat yang ramai dikunjungi warga, diantaranya pasar tradisional dan modern, stadion, rumah ibadah hingga lembaga pendidikan.
“Selain melakukan monitoring prokes, kami juga melakukan sosialisasi dan membagikan masker pada masyarakat,” kata Nana, akhir pekan lalu.

Ia melanjutkan, memasuki awal Oktober 2021 kasus penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten semakin terkendali. Terbukti hingga saat ini delapan kabupaten/kota di Banten semuanya berada di zona kuning atau resiko rendah penyebaran Covid-19.
“Namun sayangnya, masyarakat mulai tidak disiplin dan abai mematuhi prokes. Padahal zona kuning bukan berarti tidak ada penyebaran Covid-19, sebab kasus baru masih terjadi meskipun jumlahnya di bawah 100 kasus,” tegasnya.
Monitoring prokes disertai pembagian masker, lanjut Nana, dilakukan oleh Satgas BPBD Banten bekerjasama dengan TNI/Polri dan BPBD kabupaten/kota.
“Sesuai arahan BNPB, prokes harus diperkuat di Banten agar akhir tahun ini kabupaten/kota di Banten bisa berada di zona hijau atau bebas kasus penyebaran Covid-19,” tegasnya.
Sepanjang September, hasil monitoring prokes BPBD Banten mencatat terjadinya penurunan kedisiplinan warga dalam mematuhi prokes, dimana banyak yang tidak pakai masker saat warga berada di luar rumah.
“Paling banyak ditemukan di pasar dan tempat umum, sudah tidak memakai masker tapi berkerumun,” tutur Nana.
Ia berharap, momentum HUT Banten ke-21 pada 4 Oktober 2021 membuat warga Banten kembali disiplin mematuhi prokes.
“Pandemi Covid-19 memang telah membuat warga jenuh, lantaran aktivitas dan mobilitas warga dibatasi. Namun itu bukan alasan bagi warga Banten melanggar prokes. Kalau kita semua sepakat ingin pandemi segera berakhir, kuncinya patuh prokes,” pungkas Nana.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banten Verry Junanta menambahkan, pihaknya telah menerima bantuan lima ribu masker dan tiga ribu sabun untuk memperkuat protokol kesehatan (prokes) warga Banten dari BNPB.
“Bantuan dari BNPB ini akan diprioritaskan untuk anak-anak, lantaran Klaster Covid-19 di Provinsi Banten lebih banyak didominasi dari klaster keluarga,” katanya. (*)











