Ternyata Gunung Sugih, Lampung, memiliki sejarah tersendiri bagi keluarga keturunan Kesultanan Banten. “Kampung di dekat Gunung Sugih itu dibuka oleh Pangeran Ariya Dhillah yang memiliki julukan Pangeran Sangga Wulung Langlang Buana. Sang pangeran yang membabat alas,” kata Syadzili yang akrab disebut Abah Haji Li itu.
Ketika itu, menurut Syadzili, Pangeran Ariya Dhillah ditugaskan oleh ayahandanya Sultan Maulana Hasanuddin, ke Barat untuk menyebarkan agama Islam. “Ketika itu belum ada nama Lampung,” kata Syadzili. Pangeran lalu pergi ke Sumatera dan berhenti ketika berjumpa sungai besar setelah melewati Gunung Sugih,” kata Syadzili.










