Sementara untuk belanja, sambung Wahyu, terdapat kenaikan Rp343,5 miliar atau dari Rp1,18 triliun menjadi Rp1,524 triliun. Ada juga penurunan defisit dari Rp80,3 miliar menjadi Rp50,9 miliar. “Jadi kalau kita perhatikan defisit itu, tadinya Rp80,3 miliar di murni menjadi Rp50,9 miliar di perubahan. Ini harus kita lihat bahwa defisitnya adalah berkurang,” katanya.
Penyesuaian defisit ini dinilai masih sesuai lantaran pihaknya menutup defisit dari SiLPA tahun 2020 hanya Rp50,9 miliar. Sehingga tambahan belanja tidak mempengaruhi efisiensi Rp29 miliar. “Karena pendapatan-pendapatan yang tadi saya sebutkan tadi. Seperti, pendapatan transfer, pendapatan PAD itu sebetulnya sudah ada peruntukannya,” terangnya.
Wachyu mengaku, nilai dan angka yang diusulkan ke DPRD masih bersifat dinamis. Sehingga, akan terjadi perubahan dalam pembahasan. Contohnya, Bankeu Provinsi Banten yang sebelumnya sebesar Rp40 miliar. “Bankeu pemprov per hari kemarin berubah dari Rp40 miliar menjadi Rp25 miliar. Ini akan berpengaruh dalam pembahasan bersama DPRD,” katanya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Serang Roni Alfanto menilai APBD Perubahan 2021 menunjukkan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 berjalan. “Ini mencerminkan yang tadinya terdampak pandemi ada perbaikan, sehingga di perubahan ini ada kenaikan pendapatan dan belanja,” katanya.
Kata Roni, tahap finalisasi APBD Perubahan 2021 setelah pihaknya melakukan pembahasan finalisasi sebelum disahkan menjadi APBD. “Akan ada penyesuaian dalam pembahasan. Karena baru penyesuaian apakah nanti berkurang atau penambahan,” terangnya.(fdr/nda)










