Produk briket tersebut akan dimanfaatkan oleh IP untuk kepentingan pembangkit tenaga listrik.
Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin menjelaskan, pada awal bulan November mendatang, briket hasil produksi TPSA Bagendung sebanyak 8 ton akan diserahkan ke PT IP.
“Produksi briket batu bara ini memang tersentra di Kelurahan Bagendung,” ujar Maman Mauludin.
Untuk memaksimalkan pengolahan sampah menjadi briket, Pemkot Cilegon bertolak ke Jimbaran karena daerah tersebut sudah lebih dulu melakukan hal itu.
“Nanti sistemnya seperti yang sudah berjalan di Kelurahan Jimbaran ini, dimana tidak terdapat TPA dan sampah langsung dibawa ke pabrik pengolahan sampah menjadi briket batu bara,” tambah Maman.











