LEBAK – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Lebak melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lebak. Mereka menyoroti kasus pungutan liar (Pungli) yang terjadi di BPN.
Ketua HMI MPO Cabang Lebak Habibullah menyatakan, kasus pungli yang terjadi di BPN Lebak sudah terjadi cukup lama. Baru sekarang, kasus tersebut diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten. Pada 12 November lalu, penyidik tindak pidana korupsi Polda Banten melakukan operasi tangkap tangan di kantor tersebut.
“Kami mendukung upaya penegak hukum mengusut tuntas kasus Pungli yang terjadi di BPN Lebak. Karena, BPN itu merupakan ‘Badan Pungli Negara’,” ungkap Habibullah kepada wartawan, Jumat (19/11).
Pantauan Radar Banten, aksi mahasiswa mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Mereka mengadang mahasiswa di depan pintu gerbang kantor BPN Lebak. Bahkan, aksi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Rangkasbitung – Cipanas.
HMI MPO, kata Habibullah, prihatin debgan kasus pungli di BPN Lebak. Mestinya, kasus tersebut tidak pernah terjadi lagi. Apalagi, para pegawai BPN telah menerima gaji yang besar dari negara.
“Kasus Pungli ini telah mencoreng semangat reformasi agraria di Indonesia. Karena itu, dengan adanya kasus ini, kami harap ke depan tidak ada lagi pungli dan pengurusan sertifikat tanah bisa lebih baik dan mudah,” tegasnya.(Mastur)











