Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan perempuan sebagai korban di Banten terus meningkat. Peningkatan kasus itu terjadi selama pandemi Covid-19.
Wakil Ketua TPP PKK Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan, faktor ekonomi menjadi salah satu faktor penyebab KDRT. “Di masa pandemi, banyak terjadi PHK. Ketika ekonomi sulit, kemudian istri meminta uang, maka kekerasan terjadi,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar ini saat podcast bersama Radar Banten.
Untuk itu, Adde mengingatkan para perempuan untuk mandiri demi ketahanan keluarga. “Bukan hanya seberapa banyak uang yang dihasilkan, tapi ada kemandirian dan pride dari diri seorang perempuan itu sendiri,” tuturnya.
Kata dia, Pemprov Banten melalui sejumlah OPD termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten memberikan pelatihan dan bantuan kepada sejumlah perempuan yang ada di Banten. Hal itu dilakukan agar perempuan Banten dapat meningkatkan kualitas diri, sehingga mampu menjaga ketahanan keluarga. (*)











