“Sahabat saya sangat tertarik karena kesaksian dari beberapa teman yang telah pernah mendapat treatment DSA. Setelah mendapat treatment DSA dari Dokter Terawan, seminggu kemudian saya tanya kepada mereka, bagaimana hasilnya? Mereka berdua mengatakan super dan mantap, dan merekomendasi saya untuk DSA,” katanya.
Ketika temannya mendengar keputusan IDI, kata-kata yang keluar dari mulut mereka adalah syirik dan arogan. “Kami merasakan manfaat treatment yang dilakukan oleh Dr. Terawan. Saya kira ribuan pasien yang mendapat treatment DSA dari Dokter Terawan mengatakan hal yang sama,” katanya.
Secara science, itu adalah bukti empirik. “Oleh karenanya, saya sangat menyesalkan putusan IDI tersebut. Apalagi sampai memvonis tidak diizinkan melakukan praktek untuk melayani pasien,” katanya.
Yasonna menegaskan, kalau posisi IDI harus segera dievaluasi. “Kita harus membuat Undang-Undang yang menegaskan izin praktek dokter adalah domain Pemerintah. Dalam hal ini
Kementerian Kesehatan dan kepada Dokter Terawan tetaplah berkarya untuk bangsa dan negara, serta untuk kemaslahatan ummat manusia,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : M Widodo











