Meti mengaku mendapatkan komplain dari konsumen yang mengeluhkan mahalnya harga sayur mayur.
“Komsumen banyak yang ngeluh, banyak juga yang nggak jadi beli karena mahal. Tapi gimana yah, kita juga ga mau harganya mahal, tapi mau ga mau kita naikan harganya. Karena harga dari distributornya juga udah tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Indah (41) , seorang ibu rumah tangga di Rangkasbitung mengaku resah dengan berbagai bahan dapur yang mengalami kenaikan.
Apalagi, dirinya yang juga membuka warung nasi uduk di rumahnya ini sangat memerlukan cabai, bawang, dan juga tomat.
“Naiknya tinggi, nggak sanggup kita buat ngimbanginnya. Jadinya beli sedapetnya aja, biasanya beli 2 kilo, sekarang cuma setengah kilo,” katanya.
Dirinya berharap, Pemerintah bisa segera mencari solusi dan menekan harga bahan dapur yang dinilai mencekik para emak-emak.
“Kita maunya normal lagi, jangan tinggi-tinggi harganya. Bisa-bisa bangkrut kita,” pungkasnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Mastur











