“Kita sudah bersurat ke Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS3-red). Rencananya pekan depan, kita juga akan menyurati Badan Geologi untuk mengetahui detail penyebab pergerakan tanah di sana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 11 Juni 2022.
Febby berharap, Balai Besar dan Badan Geologi cepat merespons surat dari BPBD Lebak.
“Ini menyangkut nasib masyarakat yang rumahnya terancam akibat pergerakan tanah. Karena sampai sekarang, tanah di sana masih terus bergerak,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, pergerakan tanah kembali terjadi di Kampung Kebon Kalapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak pada Jum’at, 10 Juni 2022.
Kali ini, pergerakan tanah telah menyebabkan jalan poros Desa Cilangkap menjadi ambles sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Reporter: Mastur











